Slider

Belajar Breeding! Kenali Cara Budidaya Sapi Potong

 


Di tengah banyaknya jenis pekerjaan modern, bisnis peternakan masih menjadi primadona bagi sebagian orang. Budidaya ternak sapi ini masih memiliki banyak peminat. Hal ini dikarenakan masih tingginya permintaan masyarakat akan daging sapi setiap harinya. Selain itu, kebutuhan akan semakin melonjak di Hari Idul Kurban.

Meski telah dilakukan oleh banyak orang, ternyata masih banyak yang belum mengerti betul bagaimana menyiapkan budidaya atau ternak sapi yang baik dan benar. Terdapat 2 jenis peternakan sapi, yakni peternakan sapi potong dan peternakan sapi perah.

Keduanya dibedakan menurut apa yang dihasilkan dari sapi sebagai hewan ternak. Sapi potong dibudidayakan untuk diambil dagingnya, sementara sapi perah dibudidayakan untuk diambil susunya. Pada artikel kali ini akan dijelaskan bagaimana membudidayakan sapi potong dengan baik dan benar.

Yuk, simak penjelasan di bawah ini!

Cara Budidaya Sapi Potong

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum benar-benar melakukan budidaya ternak sapi potong. Antara lain kandang sapi potong, cara memilih bakalan ternak sapi, jenis pakan ternak sapi, pemberian pakan pada ternak, serta perawatan umum.

Kandang Sapi Potong

Sebelum menentukan besaran kandang, yang harus diperhatikan adalah tipe peternakan yang bagaimana yang Anda inginkan. Pembangunan konstruksi kandang ternak sapi potong sangat bergantung pada jumlah dana yang dimiliki serta skala peternakan yang diinginkan.


Kandang untuk ternak sapi potong umumnya harus bisa melindungi ternak dari perubahan cuaca serta pengaruh iklim lokal yang ada. Ada 3 tipe kandang sapi yang dapat dijadikan referensi, yakni kandang dengan dinding terbuka, setengah terbuka dan dinding tertutup.

Penggunaan kandang terbuka dan setengah terbuka biasanya diaplikasikan pada kawasan dataran rendah dengan suhu relatif panas dan tiupan angin yang tidak terlalu kencang. Sedangkan jenis kandang dengan dinding tertutup umumnya digunakan di kawasan bersuhu dingin dengan angin relatif kencang, atau merupakan kandang yang digunakan untuk anakan sapi.

Ada beberapa hal lain yang harus diperhatikan dalam kelengkapan kandang. Antara lain:

Tempat Pakan dan Minum

Wadah pakan sebaiknya terbuat dari bahan yang tidak melukai ternak ketika makan, seperti kayu atau bahan yang biasa digunakan pada tembok. Untuk wadah minum, dapat berupa ember plastik yang tidak mudah pecah. Usahakan menempatkan wadah pakan dan minum mudah dijangkau oleh manusia agar mudah dibersihkan.

Tambat

Tambat untuk sapi dapat berupa tiang, palang atau tonggak. Tambang disini berguna untuk mengikat sapi agar tidak bergerak tidak terlalu jauh dan terlalu banyak. Tempat untuk tambat dapat dibuat khusus atau disatukan dengan struktur kandang. Sebagai pengikat sapi, tambat harus kokoh agar dapat menahan beban sapi.

Peralatan Kandang

Terdapat beberapa peralatan kandang yang harus dilengkapi untuk menjaga kebersihan kandang. Antara lain:

  • Sapu Lidi, berguna untuk membersihkan kandang dari sisa makanan, sisa kotoran sapi ataupun kotoran lainnya.
  • Sekop, berguna untuk mengaduk pakan serta membersihkan kotoran. Gunakan dua jenis sekop yang berbeda dan tidak mencampur sekop makanan dengan sekop pembersih kotoran hewan ternak.
  • Garu atau Garpu, berguna untuk mengaduk pakan serta membersihkan kandang ternak.
  • Ember, berguna sebagai wadah minum ternak serta sanitasi. Contohnya untuk membersihkan kandang atau memandikan hewan ternak.
  • Sikat, berguna untuk memandikan ternak sapi.
  • Selang, berguna untuk menyalurkan air dari sumber air ke wadah minum dan sanitasi kandang ternak.
  • Tali, berguna untuk mengikat ternak sapi pada tambatan atau untuk memindahkan ternak sapi untuk sanitasi.
  • Memilih Bakalan atau Anakan Ternak

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat akan memilih bakalan atau anakan ternak sapi potong. Antara lain:

  • Anakan atau pedet tidak memiliki cacat tubuh, berkulit mulus dan tidak ditemukan parasit.
  • Pedet memiliki pernapasan yang baik. Tidak terdapat lendir yang keluar dari hidung.
  • Pedet memiliki mata yang bersih dan cerah. Tidak ada kotoran pada mata dan tidak berair.
  • Kuku pedet baik, tidak bengkak dan apabila diraba tidak terasa panas.
  • Tidak terdapat bekas mencret di bagian dubur

Apabila memungkinkan, pilih anakan atau pedet bibit unggul yang mempunyai silsilah yang jelas dan diketahui sifat-sifat pedet.

Jenis Pakan Sapi Potong

Mengetahui jenis pakan yang tepat juga sangat penting dalam beternak sapi potong. Pakan yang diberikan akan mempengaruhi kualitas daging dari ternak sapi potong. Adapun jenis-jenis pakannya antara lain:

  • Pakan Berserat – yakni bisa berupa pakan hijauan, seperti leguminosa, jenis rumput-rumputan atau jenis tanaman hijauan lainnya. Pakan berserat juga bisa menggunakan daun kacang tanah, jerami jagung, jerami padi, pucuk tebu, dan lain-lain.
  • Konsentrat – pakan konsentrat dapat disebut juga sebagai pakan penguat. Untuk pakan ini, dapat mengambil dari umbi-umbian, biji-bijian atau dari limbah hasil pengolahan pertanian lainnya.
  • Pakan Tambahan – pakan ini dapat berupa mineral, vitamin, antibiotik, enzim, urea dan lain-lain.

Pemberian Pakan Ternak

Apabila dilakukan program penggemukan sapi, pakan untuk ternak dapat dibuat dari berbagai macam bahan. Yang utama adalah pakan memiliki kadar protein sebanyak 12% serta Total Digestible Nutriens (TDN) atau jumlah zat dalam pakan yang dapat dicernak sebesar 60 hingga 70%.

Sedangkan untuk jumlah pemberian pakan konsentrat berkisar 1 hingga 2% dari total bobot ternak sapi. Disarankan pemberian pakan konsentrat ini dalam bentuk kering. Hal ini dimaksudkan agar merangsang keluarnya enzim tertentu dari ludah sapi. Enzi mini berguna untuk memacu pertumbuhan bakteri dalam rumen sapi.

Selanjutnya, untuk pakan hijauan, diberikan berkisar 0% dari total bobot sapi. Pakan ini diberikan antara 2 hingga 3 jam setelah pemberian pakan konsentrat. Untuk kebutuhan garam pada sapi, diberikan dengan takaran 15-30 gram, begitu juga dengan pakan jenis kalsium phospat atau tepung tulang/kapur. Sedangkan untuk air, dapat diberikan secukupnya.

Perawatan Umum untuk Ternak Sapi

Selain kebutuhan-kebutuhan yang telah dijelaskan di atas, ada pula kebutuhan perawatan umum yang harus dipenuhi. Tujuannya agar pertumbuhan sapi berjalan dengan baik. Perawatan umum tersebut antara lain:

  • Sapi hendaknya dimandikan 1 hingga 2 kali sehari dengan cara menyikat tubuh sapi. Hal ini dimaksudkan agar ternak selalu terjaga kebersihannya dan mencegah penyakit atau parasit hinggap ke ternak.
  • Vaksinasi dan pemberian obat cacing sesuai jadwal dan dengan dosis yang sesuai.
  • Membersihkan kandang dari sisa kotoran ternak dan sisa makanan setiap hari. Adapun yang lebih baik sehari dilakukan 2 kali. Hal ini untuk menjaga kebersihan kandang dan ternak, serta menghindari ternak sapi merasa stress dan terhindar dari berbagai jenis penyakit, parasit dan kutu.

Meski terlihat mudah, beternak hewan sapi potong memiliki beberapa persiapan yang harus dipenuhi. Pastikan kandang selalu bersih, pasokan air cukup, serta pakan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing sapi agar kualitas daging dapat terjaga.


Semoga artikel kali ini bisa memberi pengetahuan dan informasi untuk pembaca sekalian, ya!

No comments

Post a Comment

DON'T MISS

Facebook, Instagram, Tiktok, Youtube
© all rights reserved
i want my journey to be full of laughter