Slider

Konsentrat yang Tepat untuk Pedet

 

Makanan merupakan kebutuhan utama makhluk hidup untuk memenuhi nutrisi dan gizi tubuh. Makanan juga berguna sebagai sumber energi yang penting bagi pertumbuhan dan metabolisme tubuh. Sama halnya dengan manusia, hewan juga memerlukan makanan sebagai sumber energi dan pemenuhan nutrisi yang baik untuk tubuh.

Pakan atau makanan untuk sapi terdiri dari berbagai macam jenis yang masing-masing jenisnya memiliki fungsi dan kegunaannya tersendiri. Berdasarkan bahannya, makanan untuk ternak sapi dapat dibagi menjadi lima jenis. Yakni pakan kasar, pakan penguat atau konsentrat, mineral, vitamin, serta pakan tambahan. Pada artikel kali ini, kami akan membahas seputar pakan penguat atau konsentrat. Mau tahu apa saja?Yuk, simak penjelasan di bawah ini!

Pakan Konsentrat, Apa Itu?

Yang dimaksud dengan pakan penguat atau dengan nama lain pakan konsentrat adalah jenis pakan ternak yang mengandung serat kasar yang rendah, yakni di bawah 18%. Pakan konsentrat memiliki nutrisi utama berupa protein dan energi.


Pakan jenis ini dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu pakan konsentrat sebagai sumber energi dan pakan konsentrat sebagai sumber protein. Pakan konsentrat sumber energi merupakan jenis konsentrat yang mempunyai kadar protein kurang dari 20%. Di sisi lain, pakan konsentrat jenis sumber protein merupakan jenis konsentrat yang mempunyai kadar protein di atas 20%.

Pakan konsentrat adalah bahan pakan untuk ternak yang dapat diberikan atau dikonsumsi bersamaan dengan bahan pakan ternak lain. Penambahan pakan konsentrat ini bertujuan untuk menambah atau meningkatkan kandungan gizi pada pakan ternak sebagai bahan pelengkap.

Pemberian Pakan Konsentrat untuk Pedet

Tidak hanya untuk sapi dewasa, pakan konsentrat juga sangat penting untuk anakan atau pedet. Pakan untuk pedet atau anakan biasanya disebut dengan calf starter, namun pakan jenis ini seringkali dilewatkan oleh para peternak.

Konsentrat untuk anakan atau pedet harusnya dibedakan dengan jenis konsentrat untuk sapi dewasa. Hal ini dikarenakan perbedaan sistem pencernaan pada pedet dengan sapi dewasa, sama halnya seperti pada bayi dan manusia dewasa.

Sistem pencernaan pada pedet dari lahir hingga berusia 10 minggu memiliki struktur khusus yang disebut dengan Gastric Groove Bypass. Dimana struktur ini adalah jalur langsung dari bagian mulut menuju osofagus, dan menuju ke abomasum. Bagian abomasum sendiri memiliki struktur yang lembut menyerupai usus.


Di usia yang masih dini tersebut, pedet atau anakan hanya membutuhkan susu segar atau calf milk replacer (CMR), konsentrat pedet atau calf starter dengan protein sekitar 20 hingga 22 persen, serta air minum. Pakan hijauan yang mudah dicerna dapat mulai diberikan di usia 8 minggu dari ternak sapi.

Sapi lahir dengan 4 bagian perut, yaitu rumen atau perut handuk, reticulum atau perut jala, omasum atau perut buku, dan abomasum atau perut sejati. Di awal, abomasum memiliki kinerja yang dominan dengan kapasitas sekitar 60% akan menjadi 8% setelah mencapai usia dewasa. Sebaliknya, rumen yang awalnya hanya bekerja 25% akan meningkat menjadi 80% setelah mencapai usia dewasa.

Di lapangan, kasus diare pada anakan atau pedet sudah banyak ditemukan. Hal ini disebabkan oleh beragam faktor, seperti kemungkinan adanya pengaruh dari pakan yang mengandung protein terlalu tinggi, hingga jenis konsentrat yang sukar dicerna oleh pedet.

Di sisi lain, dalam beberapa penelitian tercatat bahwa pedet yang diberi susu dan konsentrat dengan manajemen pemberian, pengaturan waktu serta kualitas calf starter yang tepat berdampak pada pertumbuhan fili rumen pedet yang lebih panjang dan maksimal. Selain itu, hal tersebut juga memberi pengaruh pada sistem pencernaan yang lebih sehat dan bekerja dengan efisien.

Adapun beberapa tips yang dapat diterapkan untuk memilih calf starter yang baik untuk anakan atau pedet. Antara lain:

  • Ada baiknya konsentrat yang akan diberikan memiliki bentuk pellet (tabung kecil cenderung pipih). Hal ini bertujuan agar konsentrat tidak terhirup atau masuk ke dalam hidung dan saluran nafas pedet. Selain itu, bentuk pellet memudahkan pedet dalam berlatih mengunyah dengan baik.
  • Konsentrat baiknya memiliki kandungan nutrisi yang imbang dan berserat cukup dengan kadar protein ideal bekisar antara 20 hingga 22 persen.
  • Konsentrat untuk pedet sebaiknya mengandung zat antijamur. Hal ini dikarenakan jamur pada pakan pedet dapat memproduksi aflatoksin atau racun dari jamur yang dapat menghambat perkembangan dan pertumbuhan pedet.
  • Selain itu, konsentrat juga mengandung zat coccidiostat untuk meminimalisir penyakit diare pada pedet.
  • Konsentrat untuk pedet baiknya tidak menggunakan bahan dengan ukuran partikel yang tidak seragam dan susah untuk dicerna. Contohnya dengan kopra kasar dan sejenisnya. Hal ini dapat menyulitkan pedet dalam mencerna konsentrat dan berkemungkinan masuk ke bagian fili rumen.
  • Jika konsentrat yang diperoleh memiliki bentuk mash grain yang belum dipellet, maka dapat diberi tambahan molasses. Hal ini bertujuan agar konsentrat tidak berdebu dan berbahaya bagi sistem pernapasan pedet.

Contoh pakan konsentrat atau calf starter untuk pedet yakni tepung jagung sebanyak 70%, bungkil atau ampas kedelai sebanyak 23%, molasses sejumlah 5%, DCP sebanyak 1%, Garam dengan mineral mikro sejumalh 1%, dan ditambah dengan vitamin A sebanyak 2.000 IU per kilogram serta vitamin D sejumlah 300 IU per kilogramnya

Proses Pemberian Pakan

Pakan konsentrat atau calf starter dapat diberikan pada pedet sejak berusia 2 hingga 3 minggu atau pada fase pengenalan. Hal ini bertujuan untuk membiasakan pedet atau anakan untuk dapat mengkonsumsi pakan padat serta mempercepat proses penyapihan hingga usia 4 minggu.

Penyapihan sendiri dapat dilakukan jika pedet telah mampu mengkonsumsi konsentrat sebanyak 0.5 hingga 0.7 kg/ekor/hari, atau telah mencapai berat tubuh 60 kilogram, atau berada di usia 1 hingga 2 bulan.

Tolak ukur kualitas konsentrat atau calf starter yang baik yakni dapat memberikan tambahan berat badan pada ternak sekitar 0.5 kg/ hari dalam kurun waktu 8 minggu. Kualitas dari konsentrat juga harus memenuhi syarat, yakni protein kasar dengan presentase 18 hingga 20 persen, TDN sejumlah 75 hingga 80 persen, 2 banding , kondisi segar, palatable dan craked.

No comments

Post a Comment

DON'T MISS

Facebook, Instagram, Tiktok, Youtube
© all rights reserved
i want my journey to be full of laughter