Slider

Sapi Potong Unggul yang Dibudidayakan di Amerika Serikat, Apa Saja?

 


Dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, manusia dapat menciptakan berbagai jenis hewan dengan kualitas unggulan. Hal ini bertujuan untuk mendapat anakan atau bakal ternak berkualitas tinggi yang menghasilkan produk berkualitas serupa. Salah satu teknologi ini adalah kawin silang. Dengan kawin silang, peternak bisa mendapatkan hewan ternak berkualitas tinggi tanpa harus mengimpor bakalan ternak dari luar negeri. Pada sapi, kawin silang biasanya terjadi antara jenis sapi unggulan asal luar negeri dengan jenis sapi lokal.

Sapi potong merupakan jenis yang cukup umum dikawin silang. Terdapat beberapa jenis sapi hasil kawin silang yang banyak tersebar di negeri adigdaya, Amerika Serikat. Apa saja?

Yuk, simak penjelasan di bawah ini!

Jenis-Jenis Sapi Potong yang Dibudidayakan di Amerika Serikat

1# Sapi Simbrah

Jenis sapi hasil kawin silang pertama adalah sapi Simbrah yang merupakan hasil persilangan antara sapi Simmental dengan sapi Brahman.Hal ini pertama kali diprakarsai oleh Asosiasi Simmental Amerika yang membentuk asosiasi baru, yakni Asosiasi Simbrah di tahun 1977. 

Rasio perbandingan kawin silang ini adalah 5/9 darah jenis sapi Simmental dengan 3/8 darah jenis sapi Brahman.

Kelebihan dari hasil kawin silang ini antara lain:

  • Daya tahan terhadap penyakit yang umum pada sapi dan caplak
  • Daya tahan dan mampu beradaptasi dengan tempratur atau hawa panas
  • Hasil karkas yang baik
  • Rasio lemak dan daging yang serasi atau seimbang satu sama lain
  • Kemampuan merumput dan proses kelahiran yang mudah
  • Masak dini serta produksi susu yang baik
  • Memiliki temperamen yang baik

Sapi Simbrah memiliki warna kulit yang masih sangat bervariatif. Hal ini membuatnya sulit dibedakan menjadi suatu jenis tersendiri dan terpisah.

2# Sapi Brangus

Sapi Brangus adalah sapi hasil kawin silang antara sapi pejantan Aberdeen Angus dengan sapi betina Brahman. Rasio komposisi genetiknya adalah 5/8 dari Aberdeen Angus dan 3/8 dari Brahman. Sapi ini merupakan hasil kawin silang dari kawasan Oklahoma, Amerika Serikat.

Ciri-ciri dari sapi ini adalah warna kulit tubuh yang berwarna hitam, memiliki tanduk kecil, bagian leher dan telinga cenderung pendek, komposisi badan padat, kaki yang kokoh. Ada beberapa sapi Brangus yang memiliki punuk yang merupakan warisan sifat dari sapi Brahman.

Sapi ini dapat beradaptasi dengan cuaca panas, gigitan serangga, dapat mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, memiliki presentase karkas yang tinggi warisan dari Aberdeen Angus, serta produktifitas daging yang tinggi.

3# Sapi Santa Gertrudis

Sapi Santa Gertrudis merupakan jenis sapi pedaging atau sapi yang diternakkan untuk diambil dagingnya. Sapi ini dikembangkan di sebuah peternakan bernama King Ranch, berlokasi di kawasan Texas Selatan. Sapi Santa Gertrudis merupakan hasil kawin silang antara sapi jens Shorthorn dengan jenis Brahman di tahun 1910-an.

Sapi Santa Gertrudis menjadi favorit atau primadona untuk diternakkan pada tahun 1950-an. Hal ini dikarenakan kualitas dan kemampuan sapi Santa Gertrudis untuk bertahan di kondisi alam yang ekstrem. Kemudian di tahun 1951, sapi ini mulai diekspor ke negara-negara di luar kawasan Texas. Australia menjadi negara pertama yang menerima sapi Santa Gertrudis sebagai bakal ternak.

Sapi Santa Gertrudis mempunyai warna tubuh atau warna bulu cokelat kemerahan. Bulu sapi ini bertipe pendek dan halus. Beberapa di antara jenis Santa Gertrudis memiliki warna kulit merah tua. Berbeda dengan induknya, yakni sapi jenis Brahman, sapi Santa Gertrudis memiliki bentuk tubuh yang lebih padat dan rata. Sapi jenis ini memiliki tanduk di bagian kepala dan gelambir pada bagian bawah leher.

Sapi Santa Gertrudis memiliki bentuk telinga rendah dan tebal. Bentuk kepala sapi cenderung lebar  dab bermuka lurus, dengan dahi yang berlekuk. Selain itu sapi ini memiliki punggung yang lebar dan pada bagian dada terdapat daging tebal.

Saat dewasa, sapi Santa Gertrudis dapat mencapai bobot total 900 kg untuk pejantan dan 725 kg untuk betina.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, sapi Santa Gertrudis memiliki kemampuan adaptasi yang sangat baik. Sapi ini dapat hidup dengan baik pada kawasan beriklim panas. Kekurangannya, sapi Santa Gertrudis mudah mengalami stress dan gugup.

Sapi Santa Gertrudis yang stress dan gugup dapat memperlambat proses pertumbuhan mereka. Selain itu, tingkat efisiensi sapi juga akan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Di samping itu, sapi Santa Gertrudis masih tergolong tangguh di kelasnya.

Jenis sapi ini dapat bertahan dari gigitan caplak serta jumlah pakan yang efisien. Untuk jenis Santa Gertrudis betina, mereka terkenal dapat melahirkan dalam proses yang mudah serta dapat diperah susunya. Jadi, selain menjadi sapi pedaging, sapi Santa Gertrudis betina juga dapat dijadikan sapi perah.

4# Sapi Braford

Sapi Braford merupakan jenis sapi hasil kawin silang dari sapi Hereford dengan sapi Brahman. Rasio komposisinya adalah 5/8 darah sapi jenis Hereford dengan 3/8 darah sapi jenis Brahman. Sapi Braford menghasilkan anakan atau pedet yang berukuran medium dengan berat anakan yang tergolong berat.

Sapi ini dapat bertahan dengan kondisi keseluruhan yang minim, dapat bertahan dari hawa panas, daya tahan terhadap penyakit dan caplak, mampu mengasuh anakan dengan baik, serta konversi pakan yang cukup baik – terutama pakan hijauan untuk menghasilkan daging.

Kekurangan dari sapi Braford ini adalah kurang bisa beradaptasi dengan temperatur rendah, sehingga kurang cocok diternakkan di kawasan utara Amerika Serikat.

5# Sapi Beefmaster

Sapi Beefmaster adalah sapi hasil kawin silang dari beberapa sapi, yakni sapi Hereford, sapi Shorthorn dan sapi Brahman. Adapun rasionya adalah ½ untuk darah sapi Brahman, ¼ darah sapi Hereford dan ¼ darah sapi Shorthorn.

Ciri-ciri dari sapi ini antara lain:

  • Kualitas daging yang bagus
  • Memiliki punuk seperti sapi Brahman
  • Warna kulit atau warna bulu cokelat kemerahan dengan sedikit warna putih
  • Bertubuh besar seperti sapi Eropa dengan ketahanan tubuh yang baik terhadap cuaca dan lingkungan
  • Kualitas dan persentase karkas cukup bagus

Sapi Beefmaster dapat dibedakan antara sapi yang memiliki tanduk dan tidak memiliki tanduk. Sapi ini menghasilkan pedet atau anakan dengan berat lahir medium dan berat sapihnya tergolong berat.

Jenis Beefmaster ini dikelompokkan berdasarkan 6 sifat, yakni fertilitas, berat, disposisi, ketahanan, konformasi dan produksi susu. Sapi Beefmaster tergolong dalam sapi masak dini, dimana para betina dapat dikawinkan pada usia 12 hingga 14 bulan.

6# Sapi Charbray

Sapi jenis ini merupakan kawin silang antara sapi Charolais dengan sapi Brahman. Rasio komposisinya adalah 13/16 darah sapi Charolais dengan 3/16 darah sapi Brahman.

Sapi Charbray berukuran besar dapat mencapai bobot hingga 1000 kg untuk betina, serta pada pejantan mencapai bobot 1400 kg. Warna kulit putih cenderung krem dan memiliki tanduk. Sapi ini dapat mengasuh anakan dengan baik, memiliki pertumbuhan yang cepat dan tahan terhadap caplak dan parasit. Kelemahannya adalah badannya yang memanjang namun dangkal serta bentuk kaki yang terlalu panjang.


Semoga artikel kali ini dapat memberi informasi untuk para pembaca sekalian, ya!

No comments

Post a Comment

DON'T MISS

Facebook, Instagram, Tiktok, Youtube
© all rights reserved
i want my journey to be full of laughter