Slider

Serba-Serbi tentang Penggemukan Sapi

 


Bisnis ternak adalah salah satu bisnis ‘tradisional’ yang masih memiliki banyak peminat. Hewan-hewan yang biasa diternakkan di Indonesia yakni ayam, sapi dan kerbau. Ternak-ternak ini memiliki hasil yang berbeda-beda. Misalnya ayam pedaging dan sapi potong untuk diambil dagingnya, ayam petelur untuk diambil telurnya, hingga sapi perah untuk diambil hasil susunya.

Hewan-hewan ternak yang sehat dan gemuk tentu menjadi harapan tersendiri bagi peternak karena hewan yang sehat menghasilkan hasil yang maksimal. Sebaliknya, hewan ternak yang kurus dan mudah sakit menjadi momok tersendiri.

Pada artikel kali ini, kami akan membahas serba-serbi penggemukan hewan ternak, yakni pada sapi. Penasaran? Yuk, simak penjelasan di bawah ini!

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan

Mengemukkan ternak sapi tidak hanya mengandalkan pakan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar kondisi sapi selalu sehat dan jauh dari stress. Sapi yang stress rentan terserang berbagai penyakit dan mudah kurus. Hal-hal tersebut antara lain:

1# Kesehatan Ternak Sapi

Sapi yang sehat dan memiliki kondisi fisik yang bugar, cenderung mudah gemuk karena memiliki nafsu makan yang tinggi. Sapi yang sehat juga menghasilkan daging atau susu yang berkualitas tinggi. Maka dari itu, kesehatan sapi perlu dijaga betul oleh para peternak.

Ternak sapi hendaknya tidak mengalami gangguan kesehatan, seperti diare, mencret, menderita cacingan, dan beberapa penyakit lainnya. Penyakit yang biasa menjangkiti sapi umumnya mudah menular ke sesama hewan ternak hingga manusia. Apabila terdapat ternak yang terindikasi sakit, segera hubungi dokter dan pisahkan sapi yang sakit dari kandang bersama guna mencegah penularan.

Untuk mengatasi penyakit, peternak dapat menggunakan dan memanfaatkan bahan obat alami. Yakni seperti daun jambu biji atau daun papaya untuk makanan pokok atau sebagai pakan hijauan ternak. Pakan atau obat berbahan alami terbukti jauh lebih manjur dalam mengobati sapi yang sakit dibandingkan dengan pemakaian produk herbal atau jenis obat-obatan lainnya.

2# Kebersihan Kandang Ternak

Kandang yang bersih dan sehat dapat melindungi ternak sapi dari berbagai jenis penyakit. Kandang yang sehat tentu menghasilkan ternak sapi yang sehat dan prima pula. Peternak harus memperhatikan aspek-aspek kebersihan kandang, seperti menjaga lantai kandang dari kotoran ternak maupun kotoran sisa pakan, lingkungan kandang yang bersih dan sehat, serta sistem pembuangan kotoran yang lancar dan selalu terjaga kebersihannya.

Pastikan untuk membersihkan kandang 1 hingga 2 kali dalam sehari. Kandang yang bersih dapat membuat sapi terhindar dari stress dan segala jenis penyakit menular lainnya. Usahakan tidak terdapat bau menyengat di sekitar kandang. Bau yang menyengat dapat menurunkan minat atau nafsu makan pada ternak sapi.

3# Kebersihan Sapi

Sapi yang kurus bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti stress dan terjangkit penyakit tertentu. Untuk menghindari hal ini, peternak hendaknya memandikan sapi setiap hari, paling tidak sekali dalam sehari. Memandikan sapi baiknya menggunakan sikat agar berbagai kotoran yang menempel bisa luruh saat dimandikan.


Selain itu, pastikan bagian belakang sapi selalu bersih dari kotoran yang menempel. Kotoran-kotoran ini bisa mengundang kutu, parasit, bakteri hingga virus yang menyebabkan berbagai penyakit menular.

4# Pemberian Pakan Ternak

Sama seperti manusia, pakan pada ternak sama pentingnya bagi kesehatan dan metabolisme tubuh ternak sapi. Untuk pakan, ada beberapa jenis pakan yang dapat diberikan pada ternak. Pakan yang diberikan harus berisi nutrisi seimbang, seperti mengandung karbohidrat, protein, lemak, mineral, serta vitamin.


Jenis-jenis pakan tersebut antara lain:

  • Pakan Hijauan – yakni bahan-bahan berserat seperti berbagai jenis rerumputan, jerami padi, jerami jagung, leguminosa, pucuk tebu, dan daun kacang tanah. Per harinya, sapi perah membutuhkan 30-50 kg pakan hijauan, atau sekitar 10% dari bobot total. Pakan hijauan baiknya diberikan pada siang hari, yakni setelah pemerahan.
  • Pakan Konsentrat – atau dapat disebut sebagai pakan penguat dapat berupa umbi-umbian, biji-bijian, atau limbah dari olahan pertanian. Seperti ampas tahu atau bungkil kedelai. Pakan ini dapat diberikan sekitar 1-2% dari total bobot sapi perah. Pakan konsentrat baik diberikan pagi hari, yakni sebelum pemerahan, atau sore hari.
  • Pakan Tambahan – yakni dapat berupa mineral, vitamin, enzim, hormon, atau antibiotik. Pakan tambahan biasanya dihasilkan dari pabrik dan diberikan sesuai dengan anjuran masing-masing pakan.

Selain itu, terdapat beberapa metode penggemukan yang dapat dilakukan melalui pakan ternak. Antara lain:

Metode Dry Lot Fattening

Pada metode ini digunakan sistem penggemukan dengan memperbanyak pemberian pakan jenis konsentrat dan pakan hijauan relatif sedikit guna meningkatkan efisiesnsi penggunaan pakan. Perbandingan pakan hijauan dan konsentrat yakni 40:60 hingga 20:80. Hal ini didasarkan pada bobot bahan kering (BK).

Metode ini dilakukan di dalam kandang dengan pemberian pakan hijauan dan konsentrat di dalam kandang ternak dan diberikan sesuai porsi yang tepat dalam waktu yang tepat pula. Metode ini dapat dilakukan dari anak sapi atau pedet masih menyusu pada induk atau anakan sapi perah jantan yang sejak lahir sudah diberi ransum pakan berkualitas tinggi dan ditempatkan di kandang khusus.

Metode Pasture Fattening

Metode ini dilakukan dengan ternak sapi digembalakan di padang atau lahan gembala sepanjang hari dan masuk kandang saat malam hari atau saat matahari bersinar terlalu terik. Lahan gembala ini baiknya ditanami pakan hijauan dengan kualitas yang baik seperti leguminosa. Leguminosa memiliki kemampuan untuk menangkap nitrogen sehingga tanah menjadi lebih subur dan pertumbuhan rumput juga ikut subur.

5# Pemberian Minum Ternak

Sama seperti pakan, pemberian minum juga harus teratur dan cukup. Minum untuk ternak sapi dapat diberikan sebanyak 3 kali dalam sehari. Yakni pada pagi hari, siang hari dan sore hari. Pemberian minum ternak di pagi dan sore hari dapat ditambahkan beberapa tetes hasil gilingan tebu dan kebi pada air minum. Kebi adalah limbah hasil gilingan padi yang berwarna putih seperti tepung beras.

Untuk hasil gilingan tebu, tidak ada takaran khusus saat ditambahkan ke dalam air minum. Peternak dapat mencampurkan tetes hasil gilingan tebu hingga air minum berubah warna hitam dan sedikit kental. Sedangkan untuk kebi, peternak dapat memberi 10 sendok makan kebi dalam satu liter air minum. Perbandingannya adalah 1:2, yakni apabila hasil gilingan tebu sudah diberikan 2 kali, maka kebi hanya perlu 1 kali minum.

Penambahan tetes hasil gilingan tebu berguna untuk pengembangan dn pengomposan daging. Sedangkan untuk kebi, tambahan ini berguna untuk memadatkan daging ternak.

6# Pergerakan Ternak Sapi

Pergerakan yang cukup pada ternak sapi bertujuan membuat sapi lebih gemuk dan membuat daging ternak lebih padat. Agar dapat bergerak dengan cukup bebas, dapat disiapkan lahan kosong atau kandang dengan luas yang cukup untuk sapi berlari.

Sapi dengan pergerakan yang cukup akan memiliki daging bertekstur padat dan mudah berkembang dengan sistem peredaran darah ternak mengalir lancar, serta otot pada bagian tubuh ternak sapi dapat berkembang.

Sapi yang tidak cukup bergerak dapat mengundang banyak penyakit, bakteri dan kutu. Hal ini tentu sangat dihindari oleh para peternak karena dapat menimbulkan banyak kerugian. Selain kebersihan kandang, luas dari kandang atau ketersediaan lahan untuk sapi bergerak sangatlah penting.

No comments

Post a Comment

DON'T MISS

Facebook, Instagram, Tiktok, Youtube
© all rights reserved
i want my journey to be full of laughter