Slider

Tips Cepat Melatih Anak Berjalan


Orang tua tentu merasa senang saat melihat anak-anaknya bertumbuh dengan baik. Salah satu tahapan tumbuh kembang anak yang penting adalah saat anak mulai belajar untuk berjalan. Awalnya anak akan belajar untuk duduk, merangkak, berdiri, dan akhirnya mulai melangkahkan kakinya. Orang tua sebaiknya terus mendampingi anak di setiap jenjang pertumbuhannya ini. Ada berbagai teknik yang bisa diterapkan orang tua untuk membantu melatih anak berjalan, baik secara tradisional maupun modern. Berikut adalah beberapa tips cepat melatih anak berjalan:

Gunakan alat bantu

Di jaman modern sekarang, sudah ada banyak jenis alat bantu yang sengaja diciptakan untuk membantu anak belajar berjalan. Orang tua bisa memilih di antara berbagai alat-alat tersebut yang sesuai dengan anak.Yang cukup terkenal adalah baby walker dan alat tuntunan bayi. Bagi beberapa orang tua mungkin alat bantu jalan ini tidak baik untuk digunakan karena bisa mempengaruhi pertumbuhan kaki dan keseimbangan anak.

Tapi alat-alat bantu ini tetaplah efektif dan bisa lebih cepat dalam membantu anak belajar berjalan. Apalagi untuk orang tua yang bekerja atau disibukkan dengan urusan lain dan tidak bisa selalu mendampingi anak, alat bantu jalan ini akan sangat efektif.Tapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memberikan alat bantu jalan kepada anak. Orang tua harus memastikan anak memiliki ruang gerak yang cukup di dalam rumah. Jangan lupa juga untuk menjauhkan benda-benda berbahaya dari jangkauan anak. Perhatikan juga tempat-tempat yang rendah atau yang memiliki pinggiran tajam.

Jika sudah diberi alat bantu jalan, anak akan sulit mengontrol ke mana mereka bergerak, sehingga orang tua perlu mengantisipasinya dengan mengamankan lingkungan sekitar. Saat lingkungan sudah aman, orang tua bisa bebas membiarkan anak berjalan-jalan di sekitar rumah untuk berlatih. Walaupun bisa ditinggal, tapi akan lebih baik jika orang tua tetap mendampingi dan memberi semangat supaya anak tetap terlindungi dan nyaman. Orang tua juga sebaiknya mengontrol pemakaian alat bantu jalan ini, usahakan hanya beberapa jam setiap harinya. Dampingi juga dengan teknik latihan berjalan lain untuk membantu tumbuh kembang anak.

Ajari anak duduk dengan baik

Tahapan pertama sebelum mulai berjalan dimulai dengan belajar cara duduk yang baik. Orang tua bisa melatih anak untuk duduk di lantai. Lalu letakkan mainan di depan anak, usahakan jaraknya tidak terlalu jauh. Ajari anak untuk bangkit sedikit dan meraihnya. Buat jaraknya semakin jauh dan anak pun akan mencoba untuk merangkak atau bahkan berdiri untuk maraihnya. Perhatikan bagaimana posisi lutut dan kaku anak dalam proses ini supaya postur kakinya terbentuk dengan baik. Latihan duduk juga bisa dilakukan dengan mendudukkan anak di bangku atau kursi kecil. Latihan ini dapat melatih anak bertumpu pada kaki sebagai penyangga.

Ajari anak jongkok dan berdiri

Jongkok dan berdiri adalah tahap selanjutnya sebelum anak mulai berjalan. Orang tua bisa mendampingi dan melatih anak supaya bisa bergerak dari duduk, jongkok, lalu berdiri dengan postur yang baik. Untuk awalan, orang tua bisa memegangi anak untuk jongkok lalu berdiri. Tapi selanjutnya, biarkan anak melakukan proses tersebut sendiri supaya mereka belajar untuk menjaga keseimbangan dan menopang berat tubuh mereka sendiri.

Orang tua juga bisa menstimulasi anak dengan memberikan beberapa permainan seperti mengambil dan meletakkan mainan di tempat yang tinggi. Bisa juga dengan meniupkan gelembung sabun yang akan memancing anak untuk menyentuhnya sambil berdiri. Perlu diingat untuk selalu mengawasi anak karena proses ini bisa berdampak fatal jika anak terjatuh atau terbentur benda berbahaya.

Latihan di berbagai jenis permukaan

Berbagai jenis permukaan yang berbeda menuntut penggunaan tenaga kaki yang berbeda-beda. Karena itulah, bukan hal yang buruk untuk membuat anak terbiasa sedari dini. Orang tua juga bisa melepas alas kaki anak untuk membiasakan telapak kaki mereka. Beberapa permukaan yang bisa dicoba adalah kayu, lantai keramik, rumput, dan karpet. Pastikan untuk selalu mendampingi anak dalam proses ini karena ada beberapa permukaan yang bisa berbahaya jika anak terjatuh. Orang tua juga harus memastikan tidak ada benda-benda berbahaya di sekitar tempat anak berlatih.

Buat tantangan-tantangan kecil

Orang tua bisa melatih anak berjalan secara bertahap dengan memberikan tantangan-tantangan kecil. Misalnya melatih anak duduk dengan meletakkan mainan yang jaraknya semakin bertambah di depannya, atau melatih anak untuk berdiri dan berjalan mengambil mainan yang dipegang oleh orang tua. Orang tua harus kreatif menciptakan berbagai tantangan menarik yang memaksa anak untuk bergerak. Selain bisa melatih kemampuan motorik anak, tantangan seperti ini juga bisa mendekatkan hubungan anak dan orang tua.

Pastikan untuk selalu mendampingi anak karena bisa saja anak terjatuh atau terpeleset. Tidak ada salahnya juga untuk memberikan reward kecil kepada anak, seperti snack, setelah berhasil menyelesaikan tantangannya.

Latihan naik tangga

Walaupun terdengar berbahaya, latihan menaiki tangga bisa dengan cepat melatih anak berjalan. Tidak masalah jika pada awalnya anak menaiki tangga secara perlahan dengan menggunakan tangan, kaki, dan lututnya ataupun dengan berpegangan pada pegangan tangga. Itu justru dapat melatih semua otot-otot tubuh mereka dengan baik. Anak juga jadi dapat belajar mengangkat tubuhnya dan memperkirakan kekuatan yang dibutuhkan untuk melakukan sesuatu.

Sebelum berlatih, orang tua harus memastikan tangga aman. Bisa juga dengan memberikan bantalan pada pinggiran tangga supaya tidak berbahaya jika anak terbentur. Orang tua juga sebaiknya tetap mendampingi di samping anak dan berjaga-jaga jika anak terjatuh. Jika tidak diawasi akan fatal akibatnya jika anak terjatuh atau terbentur tangga.

Biarkan anak menjelajah

Banyak orang tua yang merasa khawatir jika anak dibiarkan menjelajah lingkungan sekitarnya sendirian. Apalagi jika lingkup luangannya cukup luas dan ada banyak potensi bahaya. Padahal hal ini justru baik untuk tumbuh kembang anak. Selain melatih inisiatif dan kemampuan berpikirnya, menjelajah sendiri juga bisa melatih kemandirian dan kemampuan motorik anak.

Supaya tidak terlalu berbahaya, sebaiknya anak dibiarkan menjelajah di lingkungan yang sudah dikenal baik atau sering didatangi oleh orang tua dan anak, seperti misalnya taman di dekat rumah atau ruang bermain anak. Tempat-tempat seperti itu biasanya memang diperuntukkan untuk anak-anak, sehingga tidak banyak lokasi yang berbahaya. Orang tua tetap harus mengawasi dari jauh dan jangan biarkan anak berkeliaran terlalu jauh sampai lepas dari pandangan.

Dalam proses penjelajahannya, biarkan anak bergerak sesuka hatinya, entah itu dengan merangkak atau berjalan merambat. Anak bisa belajar untuk menyesuaikan diri dan menyelesaikan masalahnya sendiri.

Ajak teman anak

Mengumpulkan anak dengan teman-teman sebayanya lainnnya yang juga sedang belajar berjalan bisa menjadi ide yang bagus. Anak menjadi punya teman bermain dan berlatih baru. Anak juga bisa jadi termotivasi jika melihat temannya sudah bisa berjalan duluan dibanding mereka. Selagi anak-anak bermain, para orang tua juga bisa mengobrol dan saling berbagi cerita sambil tetap mengawasi anak.

No comments

Post a Comment

DON'T MISS

Facebook, Instagram, Tiktok, Youtube
© all rights reserved
i want my journey to be full of laughter