Slider

Tips Cepat Mengajari Anak Supaya Mahir Berhitung


Sampai sekarang, matematika masih dianggap sebagai mata pelajaran yang menyulitkan semasa sekolah. Walaupun matematika merupakan jenis ilmu yang mendasari berbagai jenis keilmuan lain, tetap saja memahami hubungan antar angka ini bukanlah hal yang mudah.

Dasar dari matematika adalah berhitung, yang sudah mulai dipelajari sejak dini. Bagi para orang tua mungkin sudah paham, anak-anak biasanya sudah mulai belajar berhitung sejak masuk sekolah taman kanak-kanak. Pelajaran yang diajarkan bertahap, mulai dari menghitung angka hingga berbagai operasi seperti penjumlahan dan pengurangan. Meskipun sudah belajar dari sekolah, anak-anak tetap membutuhkan pembelajaran tambahan di rumah dari orang tua. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang saat anak-anak sedang belajar di rumah. Berikut ini adalah tips cepat bagi orang tua untuk dapat mengajari anak supaya mahir berhitung:

Berikan suasana belajar yang nyaman

Anak-anak biasanya lebih suka bermain dan cepat bosan, apalagi jika disuruh belajar. Maka dari itu agak sulit untuk menjaga konsentrasi anak supaya tetap fokus belajar dalam jangka waktu lama.

Untuk mengatasinya, orang tua perlu memutar otak bagaimana caranya supaya anak bisa belajar dalam suasana yang nyaman dan menyenangkan. Orang tua bisa membuat permainan kecil yang bisa dimainkan sambil belajar, atau juga memanfaatkan mainan anak sebagai media belajar.

Selama belajar di rumah, orang tua juga bisa mengatur lingkungan sekitar tempat anak belajar supaya lebih nyaman, misalnya memberikan kursi dan meja yang nyaman. Bisa juga dengan menawarkan cemilan yang bisa dijadikan reward saat si kecil berhasil menyelesaikan soal.

Gunakan contoh visual

Dibandingkan menyuruh anak belajar dari buku matematika yang hanya dipenuhi angka, memberikan penjelasan dengan berbagai media secara langsung akan jauh lebih dimengerti oleh anak. Orang tua bisa memeragakan angka menggunakan tangan untuk membantu anak belajar penjumlahan atau pengurangan.

Orang tua juga bisa memanfaatkan media lain seperti kertas yang digunting-gunting dengan berbagai bentuk atau kartu bergambar. Atau bisa juga menggunakan benda yang digunakan anak sehari-hari seperti kue atau mainannya. Berbagai contoh visual seperti ini bisa membantu anak cepat memahami dan juga mengingat pelajaran.

Masukkan ke dalam cerita

Karena anak lebih banyak belajar di rumah, orang tua harus pintar-pintar mencari ide kreatif supaya anak-anak tertarik untuk belajar. Salah satu yang disukai anak adalah cerita atau dongeng. Anak-anak biasanya akan tertarik jika orang tua mulai membuka buku cerita atau menceritakan cerita yang menarik. Orang tua bisa memanfaatkan hal ini untuk sekalian mengajarkan anak berhitung.

Orang tua bisa mencari buku cerita yang mengandung angka-angka di dalamnya, atau bisa juga mengarang sendiri cerita. Usahakan masukkan juga berbagai bentuk operasi perhitungan, seperti penjumlahan dan pengurangan, di dalamnya.

Berikan pertanyaan kepada anak supaya mereka juga ikut berpikir, contohnya “Jadi berapa apel di tangan Ana sekarang?”, atau “Ayo bantu Edi berhitung sampai 20”. Dengan begitu anak akan tanpa sadar belajar berhitung sambil mendengarkan cerita yang menarik.

Ajari anak pengaplikasian berhitung

Terkadang jika ilmunya tidak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, anak akan jadi malas dan tidak tertarik untuk mempelajarinya. Karena itulah orang tua juga perlu menekankan bahwa kemampuan berhitung itu penting dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu tempat yang paling efektif dan memiliki banyak media untuk dijadikan pembelajaran adalah supermarket/minimarket. Orang tua bisa mengajak anak menghitung jumlah telur dalam satu boks, menghitung jumlah sisa barang di rak, atau jika sudah mahir orang tua bisa mengajarkan anak cara membayar.

Di rumah pun ada banyak barang-barang yang bisa dijadikan media belajar. Misalnya, kelereng yang dimiliki anak, buah jeruk di kulkas, atau jumlah bantal di kursi. Dengan membiasakan anak selalu berhitung seperti ini, anak bisa merasa bahwa berhitung adalah suatu aktivitas yang menyenangkan.

Manfaatkan gadget

Di jaman serba teknologi seperti sekarang, sudah ada banyak aplikasi atau website yang memudahkan anak untuk belajar. Orang tua bisa memanfaatkan berbagai sumber tersebut untuk membantu anak belajar berhitung. Contoh aplikasi yang bisa digunakan diantaranya adalah berbagai game atau permainan berhitung. Orang tua bisa men-download permainan tersebut di handphone atau laptop dan mengajarkan anak cara memainkannya.

Cara lain adalah dengan mencari video-video pembelajaran yang mengajarkan berbagai kemampuan matematika untuk anak. Orang tua bisa mencari melalui Youtube dan menonton video pembelajaran bersama anak. Ada berbagai jenis video pembelajaran di Youtube, misalnya video guru yang sedang menjelaskan ataupun berbagai video animasi kartun yang lucu dan menarik.

Tetap diingat untuk selalu mendampingi anak selama belajar melalui gadget ini. Batasi juga waktu belajar anak menggunakan gadget, karena jika terlalu lama dapat berdampak buruk pada postur tubuh dan kesehatan mata anak.

Pasang poster

Salah satu cara tradisional yang biasanya digunakan untuk mengenalkan anak dengan matematika adalah dengan memenuhi kamar anak dengan tempelan poster, bisa poster berhitung ataupun poster tabel penjumlahan, pengurangan, dan perkalian. Cara ini bisa membuat anak terbiasa melihat angka-angka dan bisa juga membantu anak mengahapal berbagai operasi matematika. Orang tua bisa memberikan kuis atau pertanyaan-pertanyaan singkat setiap hari untuk mengetes hapalannya.

Belajar secara rutin

Teknik belajar yang terbaik adalah belajar secara rutin dan konsisten. Cara yang paling efektif tentunya adalah dengan membuat jadwal belajar.Orang tua bisa memilihkan waktu yang tepat dan durasi belajar yang sesuai untuk anak. Selama belajar di rumah, orang tua juga bisa menyesuaikan jadwal belajar anak ini dengan jadwal bekerja orang tua. Ini diperlukan supaya orang tua selalu bisa mendampingi anak belajar.

Tentukan daftar rutinitas yang dilakukan selama belajar. Misalkan, pertama anak akan mempelajari buku latihan dari sekolah atau mengerjakan tugas, lalu selanjutnya orang tua memberikan kuis atau pertanyaan singkat, dan ditutup dengan orang tua membacakan cerita kepada anak. Jika anak terlihat kesulitan mempelajar suatu bagian tertentu, maka bagian tersebut harus dipelajari secara berulang setiap hari supaya anak terbiasa dan menjadi mahir. Karena itulah penting bagi orang tua untuk bisa memahami kemampuan dan gaya belajar anak.

Beri apresiasi

Setiap anak akan senang jika perkembangan kemampuannya diapresiasi oleh orang tua. Sebaliknya, mereka bisa kehilangan semangat jika merasa orang tua tidak menghargai usaha mereka. Orang tua bisa memberikan pujian saat anak berhasil menguasai kemampuan baru atau berhasil mengerjakan soal yang sulit. Selain pujian, orang tua bisa juga memberikan hadiah atau reward sebagai bentuk apresiasi, misalnya snack, buku cerita, atau mainan baru.

Tapi ingat untuk tidak berlebihan dalam memberikan hadiah. Khawatirnya anak menjadi tidak fokus belajar karena hanya ingin mendapatkan hadiah dari orang tua. Orang tua juga perlu untuk selalu memberikan motivasi kepada anak. Yakinkan mereka bahwa walaupun mereka kesulitan, tapi mereka sudah luar biasa karena mampu berusaha melakukan yang terbaik. Untuk anak-anak yang patah semangat karena merasa tertinggal dari teman-temannya, orang tua perlu memberikan motivasi bahwa mereka tidak bodoh dan pasti bisa kalau terus berusaha.

No comments

Post a Comment

DON'T MISS

Facebook, Instagram, Tiktok, Youtube
© all rights reserved
i want my journey to be full of laughter