Slider

Tips Efektif Melatih Anak Belajar Berbicara


Berbicara merupakan salah satu tahap tumbuh kembang anak yang paling dinantikan oleh para orang tua. Karena saat sudah mulai berbicara, berarti anak akan belajar untuk berkomunikasi dan orang tua pun bisa belajar untuk mengenali karakter anak dengan lebih baik. Tetapi seperti tahap pertumbuhan lainnya, untuk bisa melatih anak berbicara butuh bantuan dan bimbingan dari orang tua. Diperlukan juga kesabaran ekstra saat anak belum bisa mengucapkan kata-kata dengan benar dan orang tua jadi tidak mengerti maksud anak.

Ada berbagai cara yang bisa diterapkan dalam mengajari anak berbicara. Di bawah ini adalah beberapa tips efektif dalam melatih anak belajar berbicara:

Respon anak dengan sabar

Seperti yang sudah disebutkan di atas, perlu kesabaran ekstra dalam mengajari anak berbicara. Apalagi saat anak belum bisa mengucapkan kata-kata dengan baik dan benar. Orang tua terkadang merasa frustrasi dan tidak sabar saat anak mulai berbicara tidak jelas. Saat seperti ini, orang tua harus bisa mengontrol emosinya dan menanggapi anak dengan baik. Dengarkan perkataan anak sampai selesai dengan baik. Walaupun tidak memahami perkataan mereka, usahakan orang tua tetap menatap mata mereka dan memasang ekspresi memperhatikan.

Setelah selesai cobalah tanyakan pertanyaan-pertanyaan singkat dengan jawaban ya atau tidak kepada anak. Jika masih belum bisa berkomunikasi juga, mungkin orang tua bisa mulai menebak perkataan anak dan menanyakannya kembali. Orang tua perlu bersabar karena biasanya anak akan rewel saat merasa orang tua tidak juga mengerti maksud mereka.

Banyak mengobrol dengan anak

Anak pasti akan banyak menghabiskan waktunya di rumah bersama orang tua. Sehingga lebih efektif jika orang tua lebih banyak mengajari anak berlatih berbicara. Orang tua bisa mulai dengan mengajak anak mengobrol. Topik yang diobrolkan bisa berbagai macam, tapi coba mulai dengan hal-hal yang anak sukai.

Misalnya membicarakan cerita kartun favoritnya atau meminta anak untuk bercerita tentang teman-temannya. Dengan begini anak akan terpancing untuk berbicara dan orang tua juga bisa menghabiskan waktu berkualitas bersama anak. Orang tua perlu bersabar jika terkadang anak bercerita dalam tempo lambat atau menggunakan perkataan yang tidak dimengerti. Orang tua juga bisa mengkoreksi di saat anak salah berbicara.

Beri anak pujian

Semua anak akan merasa senang setelah dipuji, apalagi oleh orang tua. Karena itulah orang tua tidak boleh lupa untuk selalu memuji anak setiap berhasil mengucapkan kata-kata yang sulit atau merangkai kalimat panjang. Beri anak perkataan-perkataan yang memberi semangat seperti, “Wah pintarnya”, atau “Adek keren sudah bisa cerita sendiri sekarang”. Orang tua juga bisa memberikan gesture-gesture seperti memeluk atau mengusap kepala anak.

Semua bentuk pujian ini dapat membuat anak merasa disayang dan akhirnya meningkatkan kepercayaan diri mereka. Anak yang percaya diri dapat lebih berani untuk mulai praktek berbicara, sehingga akhirnya kemampuan berbicara mereka akan meningkat. Bentuk pujian lain yang bisa diberikan orang tua adalah memberikan hadiah-hadiah kecil. Tidak perlu momen khusus, misalnya, orang tua bisa memberi anak cokelat setelah mereka berhasil menceritakan kembali cerita dari film kartun yang baru saja mereka tonton.

Bernyanyi bersama

Menyanyi adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk melatih otak anak mengenal berbagai kosa kata. Lagu-lagu anak dengan kata-kata yang mudah dan nada yang sederhana bisa membuat anak lebih mudah untuk mengingatnya. Orang tua bisa memilih lagu dengan lirik yang tidak terlalu panjang dan dengan kosa kata yang berulang. Cukup sisihkan sedikit waktu setiap hari untuk bernyanyi bersama, maka anak akan segera menghapal lagu tersebut.

Orang tua juga bisa memberikan contoh pengaplikasian kata-kata dalam lagu pada kalimat yang digunakan sehari-hari, sehingga anak bisa sekalian belajar dan mempraktekannya. Berlatih sambil bernyanyi dan menari juga bisa sekaligus melatih kemampuan motorik anak.

Bermain bersama

Jika orang tua mau berusaha mencari, ada banyak permainan yang bisa membantu anak menghapal berbagai kosa kata. Misalnya saja permainan kartu bergambar atau permainan papan lainnya. Orang tua bisa mendampingi anak dan memberi tahu kosa kata-kosa kata baru pada mereka. Akan lebih efektif lagi jika orang tua juga menunjukkan gambar atau menunjuk langsung kepada kosa kata yang dimaksud. Bermain bisa membuat anak merasa senang karena tidak terasa seperti belajar. Orang tua juga bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersama anak.

Membacakan cerita

Ada berbagai hal yang bisa menjadi sumber anak mengenal berbagai jenis kosa kata, seperti perkataan orang-orang di sekitarnya hingga dari acara di televisi yang mereka tonton. Orang tua harus selalu mengawasi dan memastikan anak tidak mendengar dan akhirnya menirukan perkataan-perkataan yang tidak baik.

Salah satu sumber terpercaya adalah dari buku cerita atau buku dongeng anak. Lebih baik lagi jika buku ceritanya memiliki ilustrasi gambar yang bisa membantu anak memahami jalan ceritanya. Orang tua bisa membacakan anak cerita dari buku setiap hari. Bisa juga ditambah dengan memberikan gambaran cerita melalui gerakan tubuh dan ekspresi wajah orang tua.

Supaya lebih seru, orang tua juga bisa memanfaatkan boneka sebagai media bercerita. Dengan menggerakan boneka seolah-olah mereka hidup dan berbicara, anak akan semakin tertarik dan kemungkinan besar menirukan perkataan boneka tersebut.

Betulkan pengucapan anak

Beberapa anak cukup kesulitan mengucapkan beberapa huruf dan kata, seperti misalnya takut menjadi atut, sepatu menjadi cepatu, atau air menjadi ail. Jika pengucapan ini tidak disebabkan karena kekurangan fisik, orang tua perlu membetulkannya sejak dini.

Jangan membiarkan anak salah mengucapkan kata hanya karena mereka terdengar imut saat mengucapkannya. Jika dibiarkan terlalu lama, kebiasaan bisa terbawa sampai dewasa.Orang tua juga perlu memperhatikan pelafalan ucapannya sehari-hari karena anak akan menirukannya. Ingatkan juga setiap anak salah bicara supaya mereka langsung membetulkannya. Lidah anak memang masih kecil dan terkadang perlu latihan untuk bisa mengucapkan kata-kata dengan benar. Karena itulah orang tua juga harus sabar dalam melatih dan membiasakan anak.

Ajari anak menceritakan perasaannya

Terkadang walaupun sudah cukup lancar berbicara, anak-anak masih kesulitan jika disuruh menyampaikan perasaan mereka. Sehingga orang tua pun susah untuk memahami apakah anak sedang sedih, marah, atau kecewa. Orang tua perlu melatih anak untuk lebih sering mencoba menceritakan perasaannya, karena untuk bisa menceritakan perasaan dengan baik butuh banyak kosa kata sulit. Orang tua juga tetap harus sabar dan memahami jika anak sedang berusaha untuk menyampaikan perasaannya walaupun tidak jelas.

Ajari juga jika anak masih belum bisa mengkategorikan perasaannya, misalnya saat anak tidak bisa mengatakan kalau dia lapar dan menangis, orang tua bisa mengatakan kalau mereka sedang merasa lapar karena belum makan dan jadi sedih karena tidak bisa minta makanan kepada orang tua.

Dengan pembiasaan seperti ini, anak bisa tumbuh menjadi anak yang terbuka dan memahami perasaannya sendiri. Anak juga jadi bisa lebih percaya kepada orang tua dan kedepannya akan lebih sering menceritakan perasaannya kepada orang tua.

No comments

Post a Comment

DON'T MISS

Facebook, Instagram, Tiktok, Youtube
© all rights reserved
i want my journey to be full of laughter