Slider

Jenis Ayam Kampung Petelur Unggulan Asal Indonesia


Memiliki peternakan merupakan mimpi bagi sebagian orang. Di samping keuntungan, kepuasan mengelola bisnis yang sangat berguna dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat dipadang sebagai alasan utama. Bisnis peternakan yang paling umum di Indonesia adalah peternakan sapi, kambing, domba, unggas puyuh, bebek hingga ayam.

Peternakan ayam dibagi menjadi dua jenis, yakni peternakan ayam petelur dan peternakan ayam pedaging. Sesuai dengan namanya, peternakan ayam petelur dilakukan untuk mengambil hasil telur sedangkan peternakan ayam pedaging dilakukan untuk diambil hasil daging dan terkadang juga telurnya.

Di Indonesia, ada beberapa jenis ayam kampung yang dapat dijadikan sebagai ternak ayam petelur dengan hasil yang memuaskan dan berkualitas unggulan. Apa saja?

Jenis Ayam Kampung untuk Ternak Ayam Petelur

Tidak harus menggunakan ayam impor atau jenis ayam dari luar negeri, Anda juga bisa memanfaatkan ayam dalam negeri atau ayam kampung sebagai ternak ayam petelur. Untuk selengkapnya, simak penjelasan di bawah ini ya!

a. Ayam Kampung Yudistira (AKY)

Jenis ayam kampung pertama yang dapat dijadikan sebagai ternak petelur adalah Ayam Kampung Yudistira atau AKY. Ayam kampung ini termasuk dalam jenis baru yang dikembangkan oleh seorang breeder ayam asal kota Bogor. 

Ayam Kampung Yudistira diklaim memiliki kemampuan bertelur antara 75 hingga 95 persen dengan contoh dari 20 ekor ayam akan menghasilkan 16 butir ekor per harinya.

Adapun keunggulan lain dari jenis ayam ini adalah:

  • Panen telur lebih cepat
  • Tidak memiliki sifat kanibal
  • Warna bulu beragam
  • Rasa daging khas ayam kampung
  • Daya tahan tubuh prima

b. Ayam Kedu

Seperti namanya, jenis ayam ini adalah jenis ayam kampung khas daerah Kedu, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Di samping wilayah Kedu, ayam ini juga umum ditemukan di Desa Kaliuto, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Ayam Kedu adalah jenis ayam hasil persilangan antara ayam Dorking yang dibawa oleh Raffles dengan ayam Buras yang mudah ditemukan di kawasan Dieng. Dengan proses seleksi oleh masyarakat sekitar, kemudian muncul jenis ayam Kedu ini. Namun, ada pula yang menyatakan bahwa ayam Kedu merupakan ayam asli Pulau Jawa yang diekspor ke Amerika Serikat di tahun 1935 hingga dikenal dengan nama The Black Java Breed atau Ayam Hitam Jawa.

Dari warna bulu, dapat dikelompokkan dalam tiga kategori. Yakni hitam, putih, serta blorok atau warna campuran. Dari ketiga jenis bulu tersebut, yang paling diminati adalah jenis ayam Kedu hitam.

Ayam Kedu betina mempunyai warna bulu hitam yang setelah dewasa dapat berganti warna pada bagian kepala dan leher. Setelah berusia setahun, bulu ayam di bagian kepala berubah menjadi kemerahan dan di usia dua tahun menjadi merah seutuhnya.

c. Ayam Kampung

Jenis ketiga ini paling umum ditemukan dan biasanya diternakkan oleh peternak menengah ke bawah, yakni jenis Ayam Kampung. Ayam ini memiliki warna bulu yang beragam, mulai dari putih, hitam, kuning, kuning kemerahan, hingga kombinasi dari warna-warna tersebut.

Ayam dengan warna bulu yang beragam ini membuat jenisnya mudah dibedakan dengan ayam ras. Di sisi lain, ayam kampung memiliki tubuh yang lebih ramping, kecil dan lincah dibandingkan dengan jenis ayam lainnya.

Di umur yang sama, ayam kampung memiliki bobot tubuh yang lebih kecil dibandingkan dengan ayam ras. Dalam satu bulan perawatan, ayam ras bisa mencapai bobot sekitar 250 gram, sedangkan jenis ayam kampung baru mencapai bobot 150 gram.

Memasuki usia empat bulan, tidak ada perbandingan berat yang jauh. Dimana ayam ras dapat mencapai bobot 1.570 gram sedangkan ayam kampung mencapai 1.400 gram.

d. Ayam Arab

Jenis keempat adalah Ayam Arab yang dapat dijadikan sebagai ternak petelur. Ayam ini memiliki tingkat produktivitas yang tinggi dengan 190 hingga 250 butir per tahun dan berat telur rata-rata mencapai 40 gram.

Ayam Arab cukup mudah dikenali dengan warna bulu silver dan merah. Ciri-ciri lain dari ayam ini antara lain:

  • Bulu sayap berwarna hitam garis putih
  • Bulu sepanjang leher berwarna putih mengkilap
  • Bulu punggung warna hitam dengan garis putih
  • Bulu ekor berwarna hitam bercampur putih
  • Bagian jengger kecil berwarna merah menyala dan bagian mata warna hitam melingkar dengan warna kuning

Indukan betina dari Ayam Arab mampu mencapai kematangan untuk melakukan produksi pada usia 1.5 tahun. Jenis ayam ini terhitung sangat potensial sebagai ternak ayam petelur dengan pengelolaan yang baik dan benar.

e. Ayam Nunukan

Sama seperti ayam Kedu, ayam Nunukan merupakan ayam kampung asli dari daerah Indonesia. Lebih tepatnya dari kawasan Nunukan, Pulau Tarakan, Kalimantan Utara. Menurut sejarahnya, ayam Nunukan berasal dari Dataran Cina bagian Selatan yang masuk ke Tarakan melalui Tawao dan Nunukan, yang dibawa oleh perantau asal CIna pada awal tahun 20-an. 

Ciri utama dari ayam Nunukan yakni pada pejantan memiliki perawakan yang besar, tegap, namun tidak diimbangi dengan bulu bagian sayap dan ekor yang tidak tumbuh sempurna atau terlihat seperti terpotong.

Di sisi lain, bulu pada ayam Nunukan betina tumbuh dengan sempurna. Pada betina, terdapat bulu dengan warna kuning kecokelatan atau kombinasi dari warna tersebut. Badannya lebih kecil dibandingkan dengan pejantan.

Sebagai petelur, dipilih ayam Nunukan betina yang memiliki ekor lebih panjang. Hal ini dikarenakan jenis tersebut memiliki tingkat produktivitas yang lebih tinggi.

f. Ayam Elba

Jenis terakhir adalah Ayam Elba. Ayam ini mudah ditemui di kawasan Dusun Batikan, Desa Seropandan, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Ayam kampung ini memiliki tingkat produktivitas yang sangat tinggi dibandingkan ayam Arab.

Di kawasan asalnya, setiap rumah di dusun tersebut rata-rata mempunyai 100 hingga 200 ekor ayam Elba. Untuk yang menerapkan sistem intensif, terdapat 1000 hingga 2000 ekor ayam Elba per rumahnya. Dalam setiap 100 ekor ayam Elba, dapat menghasilkan antara 80 hingga 85 butir telur per hari dengan berat telur rata-rata 60 gram per butir atau setara dengan 17 butir per kilogram nya.

Ciri-ciri dari ayam Elba adalah memiliki paruh, kulit, cakar dan jari yang berwarna kuning. Pada bagian jengger, terdapat warna merah. Warna bulunya pun bervariasi meski umumnya terdapat warna merah dan putih. Bobot ayam Elba dewasa betina hanya mencapai 1,1 kilogram. Sedangkan bobot ayam Elba pejantan mencapai 1,3 kilogram.

Masing-masing jenis ayam di atas memiliki potensi tinggi sebagai ayam petelur. Namun perlu diperhatikan bahwa ternak ayam petelur mendapat nutrisi yang cukup dari pakan, konsentrat dan vitamin yang diberikan. Selain itu, menjaga kebersihan kandang dan lingkungan sekitar juga sangat penting guna mencegah ternak ayam mengalami stress dan terjangkit penyakit berbahaya.


No comments

Post a Comment

DON'T MISS

Facebook, Instagram, Tiktok, Youtube
© all rights reserved
i want my journey to be full of laughter