Slider

Perhatikan Hal Berikut Sebelum Mengajukan Pinjaman Online, Aman dari Debt Collector

Pinjaman online ada dimana-mana. Kita bisa menemuinya di berbagai iklan, informasi yang bertebaran di sosial media, dan mulut ke mulut. Nah, tetapi tidak hanya memiliki predikat baik, namun nyatanya pinjaman online atau pinjol juga dikeluhkan oleh banyak pihak. 

Di satu sisi, pinjaman online atau biasa disebut fintech, merupakan salah satu jalan paling praktis untuk mendapatkan pinjaman tanpa menggunakan agunan/jaminan apapun. Kita bisa tertolong untuk mendapatkan dana dalam hitungan jam sampai hitungan detik. Bergantung dari skor kredit pengajuan yang dimiliki. Cepat dan sangat mudah bagi beberapa orang. Namun bagi beberapa orang justru pinjol memiliki ketakutan tersendiri. Pasalnya debt collector pun menanti bagi para peminjam yang tidak bisa membayar. 

Beberapa orang juga mengeluhkan soal cara debt collector yang kasar dan tidak sopan dalam menagih. Ada juga peminjam yang mengeluhkan soal kebocoran data yang semena-mena. Nah, tentu saja ini juga sebagai bahan pertimbangan bagi kalian yang kebelet mengajukan pinjaman online di platform manapun. Mau yang  ilegal maupun yang legal.

Nah, berikut ini adalah beberapa pertimbangan yang bisa diperhatikan sebelum mengajukan pinjaman di aplikasi pinjol. 

1# Jauhi Aplikasi yang Tidak Terdaftar OJK (Otoritas Jasa Keuangan)

Terdaftar OJK sangat penting untuk menjadi bagian nomer satu yang dipertimbangkan. Banyak layanan aplikasi yang menawarkan pinjaman online dengan cepat dan mudah namun sayangnya tidak terdaftar OJK. Bahkan ada yang menggunakan logo OJK namun tidak tercatat dalam list resminya. 

Memang, sudah menjadi rahasia umum bahwa tidak banyak perusahaan fintech yang sudah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Maka dari itulah sebagai calon peminjam harus mencari tahu tentang adanya izin dari OJK karena sangat penting. Apalagi aplikasi yang sudah memiliki izin dari lembaga keuangan seperti OJK tentu membuat aplikasi tersebut memiliki lebih kredibilitas baik. Serta semakin aman dengan adanya pengawasan dari lembaga seperti OJK.

2# Perhitungkan Suku Bunga

Sebagai calon peminjam ada baiknya untuk melakukan penghitungan suku bunga. Tentunya, di masing-masing platform itu berbeda. Jangan karena kita mendapatkan platform yang kebetulan mudah, lalu memukul rata semua platform aplikasi pinjaman online. 

Biasanya beberapa platform pinjaman online menerapkan bunga yang relatif tinggi dibandingkan suku bunga yang sudah ditentukan. 

Karena itu, tingginya risiko ini diakibatkan dari kemudahan persyaratan dan proses persetujuan yang cepat. Namun, harusnya jika calon nasabah tersebut memahami dan dapat melakukan perhitungan di awal kesepakatan pinjamannya harusnya tidak jadi masalah.

Untuk menghitung bunga, bisa membagi uang yang diterima dengan uang yang perlu dibayar. Contoh yang bisa hitung adalah seperti ini :

Kita menerima uang 1.000.000 dan harus membayar 1.240.000 dengan tenor 14 hari, maka berikut perhitungannya :

1.000.000/1.240.000 = 0.80, artinya harus membayar bunga 20% selama 14 hari. Tentu aja cukup berat buat kita kalau menghitungnya hanya 2 minggu.

Bunga fintech atau pinjaman online (pinjol) yang termasuk dalam Kredit Tanpa Agunan (KTA) rata-rata adalah 20% sampai 23% per bulan. Jika lebih tinggi dari itu, harus memikirkan matang-matang dengan kemampuan bayar. Selalu ingat untuk memperhatikan kemampuan kita dalam membayar dan menabung untuk melunasi hutang daripada nekat tapi dikejar debt collector.

3# Perencanaan Pembayaran

Kadang uang tersedia, tetapi tanggal dan temponya tidak pas. Nah, kita pastikan apakah memiliki pemasukan yang cukup sebelum jatuh tempo. Jika tidak, maka jangan sekali-sekali nekat mencoba mengambil pinjaman. Sebab pinjol ini tidak mudah untuk melakukan negosiasi dan tidak bisa diundur pembayarannya.

Salah satu konsekuensi terberat adalah penyebaran data pribadi dan teror ke seluruh kontak ponsel. Oleh karena itu, agar harga diri tidak menjadi taruhan, maka lebih baik buat dulu perencanaan pembayaran sebelum melakukan peminjaman, termasuk jika calon peminjam adalah seorang pelaku gali lobang (galop) tutup lobang.

Nah, cara yang paling mudah adalah menggunakan kertas dan bolpen untuk merinci jumlah hutang dan pemasukan serta pengeluaran. Jika memang tidak cukup, jangan memaksa diri untuk meminjam. Cari solusi lain untuk memenuhi kebutuhan. Sebab sekali lagi, pembayaran pinjaman online tidak bisa dinegosiasi begitu saja.

4# Apabila Menemui Kondisi Gagal Bayar

Tidak jarang banyak orang yang terbentur kondisi gagal bayar. Ya, ini adalah kondisi dimana kita tidak mampu membayar pinjol. Jika memang sangat terpaksa gagal bayar karena suatu bencana, maka sebisa mungkin jangan menghindari debt collector. Atau yang kali ini akan disebut DC. Kita bisa menjelaskannya dengan dokumen resmi bencana yang melanda, misal surat dokter, surat keterangan tidak mampu, atau surat yang menjelaskan kondisi. Namun jangan salah, hal ini juga termasuk sulit untuk memundurkan tanggal pembayaran.

Namun, masih ada secercah harapan. Beberapa pihak perusahaan hanya bisa menerima alasan yang sangat darurat. Alasan yang tidak disertai bukti seringkali membuat kita jadi sasaran bulan-bulanan DC. 

5# Pelajari Cara Pembayaran Kembali

Nah, sebagai calon peminjam, kita juga perlu tahu bagaimana cara membayarkan kembali pinjaman. Ini juga termasuk penting karena membayar adalah akses yang paling penting untuk menyelesaikan tanggung jawab di aplikasi pinjol. Jangan sampai tiba-tiba aplikasi hilang dan tidak bisa membayar pinjaman. Salah satunya adalah dengan mencatat kontak Costumer Service (CS) dan nomor virtual akun pembayaran di secarik kertas.

Kita juga harus mengingat kapan telah melakukan pembayaran. Sebab pihak aplikasi pinjol tak memiliki kewajiban mengingatkan. Kalau misalkan kita lupa, dan lewat jatuh tempo lalu dikenai denda, tentu tak bisa menuntut aplikasi. Tuliskan semua di sebuah buku sebagai catatan keuangan bulanan untuk menghindari hal tersebut.

6# Data Pribadi

Ketika kita mengunduh aplikasi pinjol ke dalam ponsel, maka selalu muncul kolom persetujuan bagi kita untuk pengembang aplikasi melihat data-data kita. Sebenarnya hal tersebut tidak sepenuhnya salah jika memang data tersebut digunakan untuk keperluan pengajuan kredit yang memang juga sudah disetujui oleh kita. Sebuah aplikasi pinjaman online yang terpercaya juga tentu akan menggunakan data pribadi ini untuk keperluan yang benar bukan untuk dimanfaatkan untuk kepentingan lainnya.

Namun, terkadang beberapa peminjam menjadi korban dan dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan membuat data pribadi akhirnya terekspose. 

Untuk menghindari hal ini, sebaiknya sebagai calon nasabah mengerti, dan memahami bahwa sudah memberikan persetujuan atas penggunaan dan akses data pribadi untuk kepentingan pengajuan pinjaman, bukan untuk kebutuhan lainnya. 

Yang jelas, mengatur hutang piutang diperlukan komitmen tinggi dan perhitungan yang matang. Kita sangat perlu untuk memperhitungkan keuangan kita, berapa jumlah kebutuhan, memilah mana prioritas dan mana yang tidak, juga resikonya. Fintech atau pinjol memang menjadi jawaban dari tiap kebutuhan. namun tetap saja ada harga yang harus dibayar, dan diperhatikan dalam jangka panjang. Semoga artikel ini membantu kalian yang ingin mengajukan pinjaman ke pinjol, ya.


No comments

Post a Comment

DON'T MISS

Facebook, Instagram, Tiktok, Youtube
© all rights reserved
i want my journey to be full of laughter