Slider

Tips Membuat Anak Patuh Kepada Orang Tua Tanpa Perlu Emosi


Mendidik anak memang susah-susah gampang. Apalagi saat tiba fase di mana anak mulai sulit sekali mendengarkan perkataan orang tua, seperti tidak mau disuruh mandi atau makan. Sehingga terkadang orang tua pun tidak punya pilihan lain selain marah-marah. Walaupun terkadang efektif, marah bukanlah pilihan solusi yang tepat. Anak-anak masih dalam masa pertumbuhan, sehingga mereka mungkin tidak akan mengerti maksud baik dibalik amarah orang tua dan malah sakit hati. Hal ini tentunya ingin dihindari oleh para orang tua.

Sebagai orang tua, sebaiknya mampu memberi contoh yang baik untuk anak-anaknya. Anak-anak memiliki kecenderungan untuk mengikuti perilaku, perkataan, dan bahkan respon orang tua terhadap masalah. Hal ini karena mereka menganggap orang tua sebagai pedoman dan panutan yang terbaik di hidup mereka. Maka dari itu orang tua haruslah berhati-hati dalam bertindak dan berucap di hadapan anak. Ada banyak cara lain yang bisa dilakukan selain meluapkan emosi pada anak. Berikut adalah beberapa tips membuat anak patuh kepada orang tua:

Pahami sudut pandang anak

Saat tidak mau mendengar atau menuruti perintah orang tua, anak-anak terkadang memiliki alasannya sendiri. Orang tua sebaiknya mencoba memahami alasan tersebut sebelum merespon perilaku anak. Walaupun alasannya terkadang tidak terlalu masuk akal bagi orang tua, cobalah melihat dari sudut pandang anak yang masih kecil. Misalnya, saat mereka tidak mau makan kalau tidak menggunakan piring favoritnya.

Jika orang tua sudah paham alasan dibalik perilaku anak, maka akan lebih mudah untuk menguraikan masalahnya. Orang tua bisa menilai masalah mana yang bisa diperbaiki dan mana yang lebih baik dibiarkan saja. Coba untuk berbicara pada anak dengan nada netral dan pilihan kata yang mudah mereka pahami. Dengan begini anak akan merasa dihargai dan diperhatikan. Ajak anak berdiskusi dan tanggapi setiap argumen mereka dengan baik. Anak-anak memiliki pemikiran polos yang terkadang sulit dimengerti orang tua, sehingga butuh sedikit usaha ekstra untuk memahaminya.

Jangan memaksa

Terkadang bagi orang dewasa, jika dipaksa untuk melakukan sesuatu, mereka justru semakin melawan, begitupun untuk anak. Paksaan yang tidak pada tempatnya dapat membuat anak memberontak dan melawan. Karena itulah, paksaan sebenarnya tidak direkomendasikan sebagai pilihan untuk merespon perilaku anak yang tidak patuh. Salah-salah anak dapat tumbuh menjadi orang yang keras kepala dan pemarah.

Sebaiknya sebelum menyuruh anak melakukan sesuatu, perhatikan baik-baik alasan anak tidak patuh. Lalu berikan alasan-alasan yang masuk akal supaya mereka paham dan luluh. Tidak ada salahnya juga memberikan reward kecil sebagai hadiah jika mereka mau menurut. Dengan begini, komunikasi dengan anak dapat terbangun dengan baik. Anak-anak pun bisa merasa lebih diperhatikan dan dihargai.

Beri penawaran menarik

Orang tua harus pandai-pandai memikirkan berbagai cara efektif untuk mendidik anak, terutama anak yang masih kecil. Pelajari apa yang anak-anak sukai, karena mereka biasanya akan langsung patuh atau setidaknya tertarik jika berkaitan dengan sesuatu yang mereka suka. Misalnya jika anak tidak mau mandi, rayu mereka dengan menawarkan pistol air atau bebek mainan. Hal ini bisa menjaga perasaan anak dan juga menghilangkan emosi orang tua. Tapi, orang tua juga tetap harus menjaga supaya tidak berlebihan sehingga jatuhnya malah memanjakan anak.

Jika anak masih tetap tidak patuh, coba ubah strategi dengan menawarkan berbagai hal lain. Usahakan jaga nada bicara dan gesture tubuh supaya tetap tenang. Beri waktu anak untuk memberikan argument mereka juga. Jangan sampai dengan memberikan penawaran menarik ini orang tua malah terkesan mengesampingkan atau mengabaikan pendapat anak.

Berusaha sabar

Menghadapi anak kecil yang tidak patuh bisa menguji kesabaran para orang tua. Terkadang menjadi emosi dan tidak sabar juga hal yang wajar. Tetapi demi memberikan contoh yang baik bagi anak, orang tua harus berusaha untuk sabar. Apalagi jika kejadian anak tidak patuh ini berlangsung setiap hari, tidak mungkin orang tua akan marah-marah terus.

Orang tua bisa mencari beberapa trik atau terapi untuk menjaga emosi tetap stabil. Misalnya dengan melatih cara mengatur pernapasan untuk menenangkan diri atau mempelajari yoga dan meditasi. Bisa juga dengan melakukan berbagai olahraga ringan ataupun aktivitas-aktivitas yang menenangkan seperti membaca buku atau mendengarkan musik.

Selama mengerjakan aktivitas-aktivitas itu, orang tua juga bisa sambil mengajak anak untuk melatih kesabaran mereka juga. Anak yang terbiasa dengan suasana tenang biasanya mood-nya akan lebih stabil dan jarang marah-marah.

Lakukan hal yang sama

Terkadang, anak tidak patuh bukan hanya karena mereka sedang tidak mood, tapi bisa juga karena mereka malas atau tidak tahu caranya. Hal ini bisa disiasati oleh para orangtua dengan melakukan aktivitas yang sama. Orang tua bisa memulainya terlebih dahulu, baru lalu mengajak anak untuk ikut serta.

Misalnya, anak tidak mau tidur, orang tua bisa lebih dulu berbaring di tempat tidur sambil pelan-pelan mengajak anak. Orang tua juga bisa merayu anak dengan membuat kesan supaya aktivitas tersebut menyenangkan, sehingga anak pun akan penasaran dan tertarik untuk mengikuti. Orang tua juga bisa mengkondisikan supaya terkesan orang tua dan anak akan bermain bersama. Misalnya, saat anak tidak mau berhenti menonton TV, orang tua bisa mengajak anak bermain hal yang lain bersama.

Anak biasanya akan mengikuti dan menirukan perilaku dan perkataan orang tua. Hal ini bisa berdampak baik jika dimanfaatkan dengan baik, tapi jika sebaliknya, bisa juga berdampak buruk. Orang tua harus mampu berhati-hati dalam berucap dan bertindak di depan anak, dan selalu mengusahakan untuk memberi contoh perilaku yang baik supaya anak bisa menirukannya.

Coba biarkan

Apabila sudah mencoba berbagai cara, tapi anak tetap saja tidak patuh, maka mungkin para orang tua bisa mencoba cara ini. Jika hal yang disuruh tidak terlalu signifikan ataupun membahayakan akibatnya, anda bisa membiarkan saja anak jika tidak menurut. Misalnya, anak tidak mau diajak pulang dari tempat bermain.

Orang tua bisa saja membiarkan anak terus bermain. Lama-lama anak akan mengajak pulang jika teman-temannya sudah pulang duluan atau hari mulai gelap dan suasana jadi menyeramkan. Di perjalanan, orang tua sebaiknya menambahkan beberapa nasihat atau penjelasan kenapa harus cepat-cepat pulang kalau disuruh. Anak nantinya akan belajar dari pengalamannya dan menuruti orang tua di kesempatan berikutnya. Tapi jangan lakukan saran ini jika sekiranya akibatnya akan berbahaya bagi anak seperti membuat anak terluka atau ketakutan yang berlebihan.

Ajari cara berdiskusi yang baik

Anak biasanya memiliki alasan tersendiri jika tidak mau menuruti perkataan orang tua. Jika dipancing sedikit, mereka pun akan mulai mengemukakan argument atau pendapat mereka. Orang tua bisa mendengarkan dengan baik dan berdiskusi dengan anak seputar permasalahan mereka.

Jika dirasa perlu diarahkan ke arah yang lebih baik, orang tua bisa mengarahkan pendapat anak dengan memberikan argumen yang berlawanan atau memberikan saran. Usahakan untuk tetap menjaga supaya tidak meremehkan argumen anak sehingga mereka tidak kehilangan kepercayaan dirinya

No comments

Post a Comment

DON'T MISS

Facebook, Instagram, Tiktok, Youtube
© all rights reserved
i want my journey to be full of laughter