Slider

Waspadai Penyakit pada Ayam Petelur


Penyakit pada makhluk hidup dapat menyebabkan banyak kerugian hingga kematian. Termasuk pada ternak ayam petelur. Sebagai hewan ternak, ada beberapa penyakit yang perlu diwaspadai agar hewan ternak senantiasa sehat dan menghasilkan produk berkualitas baik tanpa menularkan penyakit apapun kepada konsumen, pemilik peternakan maupun lingkungan sekitar.

Pada artikel kali ini, kami akan memberi beberapa informasi mengenai penyakit berbahaya yang dapat terjangkit pada ternak ayam petelur. Untuk informasi lengkapnya, simak penjelasan di bawah ini ya!

Penyakit Berbahaya pada Ayam Petelur

Penyakit Flu Burung menjadi penyakit berbahaya pada unggas yang sempat menggemparkan dunia, terlebih Indonesia. Di Indonesia sendiri, peternakan unggas menjadi mata pencaharian sekaligus kegiatan yang masih banyak diminati oleh masyarakat. Terutama permintaan akan produk dari unggas, baik telur maupun daging, yang terus meningkat tiap waktunya. 

Berikut adalah beberapa penyakit berbahaya yang dapat terjangkit pada ternak ayam petelur.

1# Avian Encephalomyelitis (AE)

Jenis penyakit pertama adalah Avian Encephalomyelitis atau AE yang sudah terkenal di kalangan peternak unggas petelur di Indonesia. Penyakit AE ini dapat menyebar dan disebabkan oleh virus berbahaya. Umumnya, penyakit AE akan menyerang pada saat ternak ayam petelur masih di usia muda atau pada anakan ternak ayam petelur.

Beberapa gejala yang terlihat dari penyakit AE ini antara lain:

  • Penurunan bobot tubuh pada ternak ayam petelur
  • Ternak ayam menjadi lemah dan mudah mengantuk
  • Ternak ayam tidak dapat berjalan dengan teratur
  • Adanya infeksi pada bagian sistem syaraf pusat
  • Bagian leher hingga kepala ayam terlihat gemetar
  • Leher ternak ayam terpelintir ke bawah

Pencegahan agar ternak ayam petelur tidak terjangkit penyakit AE adalah dengan melakukan vaksinasi. Vaksin tidak hanya berguna pada manusia, tapi juga hewan ternak. Untuk ternak ayam petelur yang masih dapat bertahan, bisa diberikan pakan seperti pada umumnya dengan penambahan elektrolit dan vitamin.

2# Egg Drop Syndrome (EDS)

Jenis penyakit kedua adalah Egg Drop Syndrome atau EDS. Sama dengan penyakit AE, penyakit EDS juga disebabkan oleh virus. Pada tahap awal terserang penyakit EDS, ternak ayam masih terlihat sehat dan dapat beraktifitas seperti biasa.

Namun, Anda dapat melihat efek penyakit EDS ini pada saat ayam bertelur dan menghasilkan kerabang yang tipis, bahkan tidak ada kerabang pada telur.

Adapun beberapa tanda ayam petelur terjangkit penyakit EDS antara lain:

  • Cangkang telur yang dihasilkan menjadi lembek dan tipis, bahkan ada beberapa telur yang tanpa cangkang.
  • Organ vital dan jengger pada ayam petelur berwarna pucat. Hal ini dikarenakan ayam terkena anemia atau penyakit kekurangan sel darah merah.

Untuk melakukan pencegahan pada penyakit EDS, peternak dapat melakukan vaksinasi. Sedangkan untuk ayam yang terlanjur terjangkit penyakit EDS, dapat disembuhkan dengan pemberian antibiotic pada ternak ayam.

3# Pullorum atau Berak Kapur

Jenis penyakit selanjutnya adalah Pullorum atau penyakit Berak Kapur. Penyakit ini terbilang cukup umum menjangkiti ternak ayam petelur. Berak Kapur disebabkan oleh bakteri Salmonella yang ada pada bagian organ pencernaan ayam petelur. Efeknya, bagian feses ternak ayam petelur akan berwarna putih yang bentuknya menyerupai pasta.

Penyakit Berak Kapur ini juga dapat ditularkan oleh indukan melalui telur yang dihasilkan. Angka kematian akibat penyakit ini cukup tinggi, yakni biasa terjadi pada usia 2 hingga 3 minggu setelah ayam menetas.

Beberapa ciri-ciri ayam terserang penyakit Berak Kapur antara lain:

  • Sayap ayam terlihat lemas
  • Kotoran ayam menjadi encer dan bercampur dengan butiran putih mirip dengan kapur
  • Nafsu makan ternak ayam semakin menurun
  • Jengger ayam berwarna pucat atau keabu-abuan
  • Bulu dubur melekat satu sama lain
  • Mata ayam tertutup

Pencegahan dan pengobatan penyakit ini dapat dilakukan dengan pemberian antibiotic. Namun tidak ada salahnya melakukan konsultasi dengan pihak terkait, seperti dokter, untuk mendapat rujukan obat dan tindakan yang paling tepat dalam penyembuhan penyakit Berak Kapur.

4# Infeksi Bronchitis (IB)

Jenis penyakit keempat adalah Infeksi Bronchitis atau penyakit IB. Penyakit ini menjadi kendala tersendiri karena hampir menyerang ayam petelur di usia-usia tertentu. Salah satu penyebab utama dari penyakit IB adalah cuaca di sebagian wilayah Indonesia yang sangat tidak menentu. Di sisi lain, kondisi kandang ayam petelur yang lembab dan kurang higienis menjadi faktor pendukung lainnya sehingga virus IB mudah berkembang biak.

Beberapa tanda dari penyakit IB antara lain:

  • Menjadi penyebab penyakit pernapasan pada ternak ayam petelur
  • Menghambat pertumbuhan ternak ayam
  • Menurunnya kualitas telur
  • Tingkat kesakitan ayam dapat mencapai 100%
  • Menyerang dengan tidak mengenal usia ternak ayam

5# Penyakit Newcastle Disease atau ND

Penyakit ND atau Newcastle Disease menjadi penyakit yang hampir menyerang semua jenis ayam. Beberapa catatan juga menyebutkan bahwa jumlah kematian yang diakibatkan oleh penyakit ND mencapai angka yang cukup tinggi.

Gejala dari penyakit ND antara lain:

  • Ayam mengorok
  • Mulai menurun nafsu makan ternak ayam
  • Sulit bernapas atau gangguan pernapasan
  • Ayam mengalami gemetar di seluruh tubuh
  • Kotoran ternak ayam berubah menjadi warna hijau bercampur dengan gumpalan putih
  • Adanya kelainan syaraf yang mengakibatkan ayam mengalami lumpuh kaki, leher terpelintir atau berputar, serta lumpuh sayap.

Hingga saat ini, belum ditemukan obat yang tepat untuk menangani penyakit ND ini. Namun, penyakit ND dapat dicegah dengan pemberian vaksin ND pada ternak ayam saat menginjak usia anakan, yakni antara 1 hingga 4 hari.

6# Penyakit Snot atau Coryza

Penyakit Snot atau Coryza adalah jenis penyakit pada ayam petelur yang disebabkan oleh adanya bakteri. Umumya, penyakit ini menyerang ternak di musim pancaroba atau pada saat pergantian musim. Perubahan ini yang menyebabkan daya tahan tubuh pada ternak ayam perlahan menurun hingga mudah terjangkit penyakit Snot.

Beberapa gejala yang mudah ditemukan pada ternak ayam petelur adalah:

  • Pertumbuhan ternak ayam kian melambat
  • Nafsu makan ternak ayam menurun
  • Ayam mengeluarkan suara ngorok
  • Kesulitan bernapas atau gangguan pernapasan
  • Adanya kerak di hidung
  • Keluar lendir dari hidung dengan tekstur kental, berwarna kuning dan mengeluarkan bau busuk atau menyengat

Penyakit Snot atau Coryza ini dapat dicegah dengan menerapkan pola manajemen pemeliharaan yang baik pada ternak ayam, serta pemberian vitamin khusus untuk ayam petelur.

Tindakan pencegahan dan pengobatan pada penyakit-penyakit yang telah dijelaskan di atas dapat dikonsultasikan pada dokter atau pihak terkait agar mendapat tindakan serta dosis pengobatan yang tepat dan cepat. Pisahkan ternak ayam yang mengalami sakit dari ternak lainnya agar penyakit tidak cepat menular hingga menyebabkan kerugian lebih besar nantinya.


No comments

Post a Comment

DON'T MISS

Facebook, Instagram, Tiktok, Youtube
© all rights reserved
i want my journey to be full of laughter