Cara Menurunkan Demam Anak di Rumah Secara Efektif


Dikarenakan daya tahan tubuhnya yang masih berkembang, anak-anak memang lebih rentan terkena penyakit daripada orang dewasa. Salah satu jenis penyakit yang sering diderita si kecil adalah demam. Demam atau panas adalah respon pertama tubuh saat mengalami serangan virus atau bakteri. Walaupun cukup sering terjadi, demam tetap tidak bisa dianggap remeh karena bisa jadi merupakan gejala dari penyakit lain yang lebih serius, seperti tifus atau demam berdarah.

Tidak perlu panik jika anak demam, tapi sebaiknya orang tua memiliki persiapan tersendiri di rumah untuk mengatasinya. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan di rumah untuk menurunkan demam anak secara efektif:

Perbanyak minum air putih

Air putih adalah bentuk pertolongan pertama yang paling mudah yang bisa dilakukan orang tua. Demam bisa menyebabkan metabolisme anak bekerja lebih cepat, sehingga anak cenderung lebih cepat haus. Agar terhindar dari dehidrasi, sebaiknya beri si kecil minum air putih yang sedikit lebih banyak dari biasanya. Tetapi perhatikan untuk tidak memberi air terlalu banyak karena bisa berdampak buruk.

Orang tua bisa memberikan air putih dalam jumlah sedikit-sedikit tetapi dengan frekuensi yang lebih sering supaya tubuh anak tidak kaget. Jika tidak suka air putih, orang tua bisa menggantinya dengan minuman dan makanan kaya air lainnya seperti jus buah atau sup bening.

Biarkan anak beristirahat

Jika demam sudah datang, anak biasanya akan menjadi lemas dan hanya ingin berbaring. Ini adalah respon yang normal karena tubuh butuh istirahat untuk melawan penyakit. Orang tua sebaiknya membiarkan saja anak tidur dan beristirahat sampai demamnya turun. Pastikan juga kamar si kecil nyaman sehingga dia tidak akan terbangun di tengah-tengah tidur.

Perhatikan sirkulasi udara dan suhu ruangan kamar anak. Bagi yang menggunakan kipas angin, jangan hadapkan kipas angin langsung ke tubuh anak. Untuk yang menggunakan AC (air conditioner) juga pastikan suhunya tidak terlalu dingin. Saat demam, biasanya anak akan mengeluarkan banyak keringat, walaupun di saat sedang tidur sekalipun. Sehingga orang tua harus sigap sesekali memeriksa pakaian anak dan menggantinya jika sudah basah supaya anak tetap nyaman.

Gunakan bawang merah

Sudah sejak lama bawang merah dipercaya sebagai obat tradisional yang mampu menurunkan demam. Karena tidak memiliki efek samping, bawang merah bisa dijadikan pilihan sebelum menggunakan obat-obat kimia. Untuk menurunkan demam, bawang merah bisa digunakan sebagai olesan untuk pemakaian luar tubuh. Orang tua bisa memilih apakah akan mencampurkan bawang merah dengan minyak atau mengoleskan bawang merah secara langsung ke tubuh anak.

Bawang merah bisa dicampurkan dengan jenis minyak oles seperti minyak kayu putih atau minyak telon. Caranya cukup dengan mengiris tipis bawang merah lalu mencampurkannya dengan minyak. Minyak berfungsi untuk mempermudah proses pengolesan ke tubuh anak. Beberapa area tubuh yang penting untuk diolesi diantaranya adalah perut, punggung, dan dada. Untuk menghindari si kecil memasukkan bawang merah ke mata atau mulut, orang tua bisa mengoleskan bawang merah saat anak sedang tidur. Ini juga bisa menghindari anak merasa tidak nyaman karena bau menyengat dari bawang.

Selain melakukan pengolesan bawang merah, orang tua juga bisa memijat tubuh anak secara perlahan. Pijatan ini bertujuan untuk melemaskan dan merilekskan tubuh anak supaya tidak pegal-pegal karena terlalu lama berbaring.

Kompres dengan air hangat

Mengompres dengan air hangat juga merupakan cara yang sudah ada sejak lama dan terbukti efektif untuk menurunkan demam anak. Caranya pun mudah, hanya perlu merendam kain atau handuk bersih di air hangat dan menempelkan atau mengusapkannya di bagian tubuh anak. Biasanya kompres akan diletakkan di dahi anak, tapi bisa juga diletakkan atau diusapkan di bagian tubuh lain seperti dada atau punggung. Perhatikan supaya airnya tidak terlalu panas supaya tubuh anak tidak kaget.

Selain untuk mengompres, air hangat juga bisa dimanfaatkan untuk memandikan si kecil. Banyak orang tua yang menghindari memandikan anak di saat sakit karena takut sakitnya semakin parah, tapi mandi menggunakan air hangat tidak akan berdampak buruk.

Orang tua hanya perlu memandikan anak dengan hati-hati, jangan langsung menyiramkan air ke tubuh anak dengan keras seperti biasa. Usahakan juga jangan mandi terlalu lama dan langsung keringkan dan hangatkan tubuh anak setelah mandi.

Hindari pakaian yang terlalu tebal

Saat demam, tubuh anak akan merespon dengan berkeringat lebih banyak dari biasanya. Ini adalah respon normal dari tubuh yang berusaha menurunkan suhu permukaannya. Supaya anak tidak merasa tidak nyaman, hindari menggunakan pakaian yang terlalu tebal seperti jaket. Tapi jangan juga memakaikan anak pakaian yang terlalu tipis supaya anak tidak kedinginan.

Cari bahan yang tidak terlalu tebal ataupun terlalu tipis, dan dapat menyerap keringat dengan baik. Misalnya, kaus lengan panjang berbahan katun, atau bisa saja memakaikan anak kaus berlengan pendek tapi ditambah dengan memakaikan anak kaus kaki.

Jaga asupan makan

Saat sedang sakit, nafsu makan anak biasanya berkurang. Pada tingkat yang lebih parah, anak bisa saja merasa mual atau bahkan muntah setelah makan. Orang tua harus bisa mengantisipasi hal ini dengan mengganti menu makanan dengan bahan-bahan yang bergizi. Menu makanan yang bergizi bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak yang sedang berjuang melawan penyakit.

Beberapa pilihan makanan yang bisa disiapkan orang tua diantaranya adalah, buah-buahan atau sayur-sayuran yang bisa dimakan langsung. Bisa juga menambahkan susu kesukaan anak, jika anak tidak mual. Memberikan menu makanan berupa sayur yang sudah diolah juga tidak masalah. Tapi usahakan bumbunya tidak terlalu banyak sehingga tidak malah memperparah kondisi anak. Beberapa jenis masakan berkuah yang sederhana seperti sup atau sayur bayam bisa menjadi pilihan.

Selain menu makanan, pemberian vitamin juga bisa dilakukan di saat anak sakit. Sekarang ini banyak sekali pilihan vitamin khusus untuk anak-anak yang memiliki banyak rasa yang menarik. Vitamin C bisa dijadikan pilihan karena dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan membantu supaya si kecil cepat sembuh.

Minum air kelapa hijau

Salah satu obat tradisional lain yang dipercaya bisa menurunkan demam adalah air kelapa hijau. Selain rasanya yang enak dan menyegarkan, air kelapa memiliki berbagai jenis kandungan yang bisa membantu menurunkan suhu tubuh anak. Air kelapa hijau cukup mudah dicari di kios-kios pinggir jalan atau di warung-warung makan. Hindari memberi anak minuman es kelapa hijau yang terlalu dingin. Tapi jika anak tidak suka minuman hangat, orang tua bisa mengakali dengan mengeluarkan es batu pada minuman sehingga suhunya tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.

Manfaatkan temulawak

Indonesia terkenal memiliki banyak obat-obatan tradisional yang berkhasiat, salah satunya adalah temulawak. Temulawak terbukti dapat menurunkan demam anak secara alami. Lain halnya dengan bawang merah yang hanya digunakan untuk pemakaian luar, temulawak bisa dikonsumsi oleh anak. Karena rasanya yang sedikit asing, orang tua bisa mengolahnya terlebih dahulu dengan memblendernya dan menjadikannya jamu atau bisa juga mencampurkannya dengan beberapa sendok madu.

Tips Mengobati Sakit Gigi Anak Secara Alami


Sakit gigi bisa dialami semua orang, baik orang dewasa maupun anak-anak. Bagi orang dewasa saja sakit gigi merupakan salah satu penyakit yang paling menyakitkan dan mengganggu, apalagi untuk anak-anak yang belum terbiasa dengan rasa sakit. Saat merasakan sakit gigi, anak biasanya langsung menjadi lebih rewel, karena sakit gigi juga bisa menjalar sampai menjadi demam dan sakit kepala. Penyebab sakit gigi pada anak beragam, bisa karena gigi berlubang atau karena tumbuh gigi.

Walaupun sekarang ini banyak beredar obat sakit gigi berbahas kimia yang sudah disesuaikan untuk anak, orang tua sebaiknya tetap mempersiapkan pengobatan alami sebagai pertolongan pertama. Berikut adalah beberapa tips mengobati sakit gigi pada anak secara alami:

Kumur menggunakan air hangat

Air hangat bisa menenangkan syaraf-syaraf di dalam mulut anak, sehingga berkumur menggunakan air hangat merupakan cara yang cukup efektif untuk mengurangi rasa sakit pada gigi anak. Pastikan suhu air tidak terlalu panas sebelum digunakan anak untuk berkumur, supaya tidak semakin menambah rasa sakit. Selain digunakan untuk berkumur, air hangat juga bisa digunakan untuk mengompres. Pada beberapa kasus, sakit gigi pada anak bisa diikuti dengan pembengkakan gusi. Orang tua bisa mengompres bagian gusi yang bengkak ini dengan air hangat.

Memanfaatkan air garam

Minum air garam merupakan salah satu cara yang terbukti efektif untuk meringankan sakit gigi dan bisa diaplikasikan pada anak-anak dan orang dewasa. Garam memiliki kandungan anti inflamasi atau anti pembengkakan dan juga anti bakteri yang cocok untuk mengobati sakit gigi. Cara meraciknya pun cukup mudah, orang tua hanya perlu mencampurkan satu atau dua sendok garam ke dalam segelas air. Lalu menyuruh anak berkumur menggunakan air garam tersebut.

Jika rasa sakitnya belum hilang, proses kumur bisa diulang beberapa kali. Air garam sangat efektif untuk meredakan gusi bengkak dan juga sakit gigi karena gigi berlubang.

Memanfaatkan jahe

Jahe merupakan obat tradisional khas Indonesia yang memiliki berbagai khasiat. Jahe memiliki kandungan antibiotik yang cukup tinggi sehingga sesuai untuk mengobati sakit gigi. Penggunaannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Orang tua bisa menumbuk jahe dan menempelkannya ke bagian gigi anak yang sakit, atau bisa juga dengan memblender jahe dan menjadikannya sebagai jamu untuk diminum.

Memanfaatkan daun jambu biji

Bagi orang tua yang memiliki pohon jambu biji di sekitar rumah, daunnya bisa dimanfaatkan sebagai obat tradisional yang bermanfaat untuk mengobati sakit gigi. Daun jambu biji terbukti mengandung anti radang dan juga anti mikroba yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit, termasuk sakit gigi pada anak. Cara pengolahannya cukup mudah, hanya perlu menumbuk daunnya dan merebusnya dengan air hingga mendidih. Air rebusannya inilah yang bisa diberikan kepada anak dan digunakan untuk berkumur.

Memanfaatkan cuka apel

Cuka apel juga merupakan salah satu bahan yang memiliki kandungan anti-bakteri yang cukup tinggi. Cuka apel bisa digunakan untuk berkumur atau untuk mengompres. Untuk berkumur, orang tua bisa memberikan beberapa tetes cuka apel ke dalam segelas air lalu memberikannya pada anak. Untuk penggunaan kompres, cuka apel bisa diteteskan ke kapas dan ditempelkan ke bagian gigi anak yang sakit. Biarkan kapas tetap di tempat selama beberapa saat sampai rasa sakitnya berkurang.

Memanfaatkan bawang putih dan bawang merah

Bawang putih dan bawang merah adalah jenis bumbu dapur yang mudah untuk ditemukan. Selain untuk memasak, kedua jenis bawang ini juga bisa digunakan untuk mengobati sakit gigi pada anak. Keduanya mengandung anti-bakteri yang bisa mengatasi iritasi pada gusi dan juga mengurangi rasa nyeri. Cara penggunaannya adalah dengan mengunyah bawangnya secara langsung ataupun mengoleskan atau menempelkannya pada bagian yang sakit.

Anak biasanya tidak mau mengunyah bawang karena rasanya yang pedas. Orang tua bisa mensiasatinya dengan menumbuk halus bawang lalu menempellkan atau mengoleskannya ke bagian gigi anak yang sakit.

Pergi ke dokter gigi

Jika sudah melakukan berbagai cara tapi sakit gigi tidak kunjung sembuh, orang tua patut curiga karena mungkin saja ada masalah yang lebih serius pada gigi anak. Untuk kasus seperti ini, memeriksakan anak ke dokter gigi adalah pilihan terbaik. Dokter memiliki peralatan yang lebih lengkap yang dapat melihat detail penyebab sakit gigi pada anak. Dampingi anak dengan baik saat pergi ke dokter gigi supaya anak tidak takut atau memiliki kesan yang buruk tentang dokter gigi.

Dokter biasanya akan menyarankan pemeriksaan secara rutin untuk anak, misalnya beberapa bulan sekali. Cara-cara di atas bisa diatas bisa diaplikasikan jika penyebab sakit gigi anak karena gigi berlubang atau pembusukan gigi. Apabila anak mengalami sakit gigi karena tumbuh gigi baru, ada beberapa tips khusus yang bisa dilakukan orang tua untuk mengatasi rasa sakit anak:

Memberikan makanan bertekstur lembut

Makanan bertekstur lembut sangat cocok untuk anak-anak atau bayi yang baru merasakan tumbuh gigi. Beberapa jenis makanan yang bisa diberikan diantaranya adalah biskuit lembut atau buah-buahan berdaging lembut seperti pisang. Mengunyah sesuatu yang dingin juga dipercaya dapat meringankan rasa sakit anak. Orang tua bisa memberikan buah-buahan yang dingin dari kulkas atau memberikan kain bersih yang sudah dimasukan ke dalam kulkas atau freezer untuk dikunyah atau dikompreskan ke gigi anak.

Memberikan pijatan ringan

Saat akan tumbuh gigi biasanya gusi si kecil juga akan merasakan sakit. Orang tua bisa memberikan pijatan ringan di bagian gusi yang sakit tersebut. Pastikan orang tua sudah membersihkan tangan sebelum melakukan pijatan. Pijatan yang dilakukan juga tidak perlu terlalu keras, hanya perlu digosok-gosok dengan sedikit tekanan.

Setelah sakit gigi pada anak sembuh, orang tua harus lebih berhati-hati lagi menjaga kebersihan dan kesehatan gigi anak supaya tidak sakit lagi. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk merawat kesehatan gigi anak:

Rajin menggosok gigi

Menggosok dan membersihkan gigi tentunya adalah cara yang paling mudah dan efektif untuk mencegah sakit gigi. Orang tua harus memastikan anak membersihkan giginya dengan detail hingga ke sudut-sudut yang biasanya dijadikan sarang kuman dan bakteri.

Orang tua bisa memberikan contoh cara membersihkan gigi yang baik dan mendampingi anak saat proses sikat gigi. Pastikan juga supaya anak tidak membersihkan giginya terlalu cepat atau malah bermain-main saat menggosok gigi.

Mengurangi makanan manis

Anak-anak pada umumnya sangat menyukai makanan manis, seperti permen atau cokelat. Tapi seperti pada orang dewasa, makan makanan manis yang berlebihan tidak baik. Selain dapat meningkatkan kadar gula dalam darah, terlalu banyak mengkonsumsi makanan manis juga bisa merusak gigi anak. Orang tua sebaiknya bisa membatasi dan mengontrol jumlah makanan manis yang dikonsumsi anak.

Batasi akses anak ke makanan-makanan manis yang tersedia di rumah. Orang tua juga bisa memberikan makanan manis hanya pada waktu-waktu tertentu, misalnya setelah makan siang.


Tips Jitu Mengatasi Anak Rewel Mendadak


Anak-anak terkadang menjadi rewel tidak mengenal tempat dan waktu. Butuh kesabaran ekstra orang tua untuk membujuk anak supaya berhenti rewel dan merajuk. Walaupun terdengar mudah, jika tidak ditangani dengan baik masalah ini bisa menimbulkan masalah yang lebih besar. Mulai dari orang tua yang ikut terpancing emosi, atau anak yang menjadi semakin sedih dan terluka.

Anak-anak pasti memiliki alasan-alasan tersendiri saat tiba-tiba menangis atau rewel. Daripada menanggapinya dengan amarah, orang tua bisa mengikuti beberapa tips jitu menangani anak rewel mendadak di bawah ini:

Cari penyebab

Tingkat kerewelan anak ada berbagai macam. Terkadang ada anak yang masih bisa ditanyai dan diajak bicara, dan ada juga anak yang sudah terlalu rewel sampai tidak mau menjawab jika ditanyai alasan rewel. Dalam kasus kedua, orang tua harus pandai-pandai mencari tahu alasan anak rewel. Pelajari kira-kira apa yang terjadi sebelum anak menjadi rewel.

Orang tua bisa juga menanyakan pertanyaan-pertanyaan sederhana yang jawabannya antara ya atau tidak. Sehingga anak yang kesulitan bicara bisa merespon dengan menganggukan atau menggelengkan kepalanya. Anak-anak biasanya belum pandai mengekspresikan perasaan mereka. Sehingga biasanya mereka akan rewel jika ada yang tidak mereka suka atau sesuatu berjalan tidak seperti yang mereka inginkan. Jika orang tua sudah tahu penyebabnya, akan lebih mudah menenangkan anak atau mengatasi anak rewel lagi karena masalah yang sama.

Ajak anak diskusi

Setelah anak mulai sedikit lebih tenang, orang tua bisa mulai mengajak anak mengobrol tentang alasan rewel mereka. Bantu anak untuk bisa mengungkapkan perasaan mereka dengan baik. Tanyakan pendapat anak dan apa yang mereka inginkan. Setelah itu orang tua bisa mengarahkan pemikiran anak ke arah yang lebih baik dan mencari jalan keluar dari masalah. Sambil berdiskusi, bahas juga bahwa cara anak mengungkapkan perasaan dengan emosi dan rewel bukanlah cara yang baik. Ajari anak untuk bicara pelan-pelan jika ada sesuatu yang tidak mereka suka.

Anak-anak cenderung meniru perilaku, perkataan, dan respon orang tua terhadap masalah. Sehingga barangkali rewelnya anak merupakan hasil belajarnya dari perilaku orang tua. Karena itulah orang tua juga harus belajar mengendalikan emosi jika menemui masalah. Dengan begitu, anak memiliki contoh yang baik yang bisa ditiru saat sedang kesal.

Orang tua jangan terpancing emosi

Menghadapi anak yang rewel, apalagi jika orang tua tidak tahu akibatnya, bisa berakibat fatal. Salah-salah bukannya menjadi pihak yang sabar, orang tua malah ikut-ikutan emosi. Apalagi jika anak rewel di tempat umum atau di tengah keramaian. Orang tua pasti rasanya ingin membentak anak supaya diam dan tenang. Cara itu tidaklah baik untuk psikologis anak, dan belum tentu efektif juga untuk meredakan kerewelan anak. Anak-anak malah biasanya semakin bertambah rewel jika dimarahi orang tua.

Karena itulah orang tua juga harus berusaha untuk mengendalikan emosinya selama menghadapi anak yang rewel. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menarik nafas dalam-dalam dan kontrol nada bicara supaya tidak naik dan tetap tenang. Atau bisa juga dengan membawa anak ke tempat lain yang lebih sepi dan mengajaknya bicara secara perlahan.

Alihkan perhatian anak

Saat anak mendadak rewel, orang tua harus sudah bisa mengantisipasinya dengan menyiapkan beberapa benda-benda favorit anak, misalnya snack atau mainan kesukaan mereka. Bisa juga dengan mengalihkan perhatian anak pada hal-hal yang terjadi di sekitar, misalnya saja menunjuk pada badut yang sedang beraksi di pinggir jalan.

Anak-anak biasanya memiliki daya fokus yang rendah, sehingga perhatiannya mudah teralihkan. Sehingga cara ini hampir selalu efektif untuk mengatasi anak rewel mendadak. Jika setelah perhatiannya teralihkan anak tidak rewel lagi, berarti masalah atau alasan rewelnya tidak terlalu besar. Orang tua bisa menngajak anak berdiskusi jika anak mulai rewel lagi beberapa saat kemudian.

Tapi ada juga anak-anak yang tidak bisa atau tidak mau dialihkan perhatiannya saat rewel. Untuk kasus seperti ini biasanya alasan rewelnya cukup besar atau penting. Sehingga orang tua bisa memberikan perhatian khusus dan mengajak anak berdiskusi.

Jangan langsung mengabulkan keinginan anak

Anak-anak masih belum tahu cara mengekspresikan perasaan dan keinginan mereka dengan baik. Sehingga kadang satu-satunya cara yang mereka tahu adalah menangis atau rewel. Saat orang tua terlihat langsung memerhatikan mereka saat mereka mulai rewel, anak-anak bisa menganggap rewel ini adalah cara yang benar untuk mengekspresikan emosi. Karena itulah, perlu kehatian-hatian orang tua dalam bersikap.

Orang tua harus mendengarkan dulu baik-baik alasan anak rewel, jangan langsung mengabulkan atau menolak keinginan anak. Jika keinginannya masih dalam batas wajar dan tidak membahayakan, orang tua bisa mengabulkannya sambil memberi tahu kalau mereka tidak perlu rewel untuk mendapatkan keinginannya itu.

Tapi jika keinginannya berlebihan dan tidak baik, orang tua bisa mencegahnya dan memberi saran yang lain. Hindari juga selalu mengabulkan permintaan anak, supaya anak tidak menjadi manja dan menjadikan rewel sebagai sarana komunikasi dengan orang tua.

Tunjukkan kepedulian

Beberapa anak rewel karena merasa diabaikan dan butuh perhatian dan kasih sayang dari orang tua. Orang tua bisa menunjukkan dengan memeluk anak supaya lebih tenang. Setelah anak tenang, orang tua bisa menanyakan kepada anak kenapa mereka rewel. Berikan pertanyaan-pertanyaan dan pancing anak supaya berdiskusi bersama untuk menyelesaikan masalah.

Selama proses diskusi usahakan supaya orang tua tidak meremehkan atau mengabaikan argument yang berusaha dikatakan oleh anak-anak. Ingatlah bahwa mereka masih kecil, dan terkadang sudut pandangnya terhadap suatu masalah memang masih polos.

Orang tua juga bisa memberikan beberapa saran dan berusaha menganggap masalah anak juga penting untuk diselesaikan. Orang tua harus menunjukkan bahwa mereka peduli dan ingin yang terbaik untuk anak.

Jangan memukul atau membiarkan

Saat sedang emosi, terkadang orang tua melakukan hal-hal yang bisa berdampak buruk bagi anak. Beberapa diantaranya adalah memukul, menghukum, atau lebih parahnya, membiarkan anak rewel begitu saja. Cara-cara itu sama sekali tidak menyelesaikan masalah dan justru membuat anak merasa diabaikan dan tidak dipedulikan. Jika berlangsung terus-menerus, hal ini bisa berdampak buruk bagi kondisi psikologis anak.

Memukul anak saat rewel di tempat umum bisa merusak kepercayaan dirinya dan bahkan membuatnya jadi lebih rewel hingga histeris. Menghukum dan membiarkan anak rewel begitu saja juga bukan cara yang baik. Selain melakukan cara-cara di atas, perlu dicatat juga bahwa terkadang pada anak yang lebih kecil, rewel ini merupakan refleksi dari tingkat stress orang tua. Anak-anak biasanya bisa merasakan saat orang tua mereka sedang stress hingga memperlakukan mereka sedikit berbeda dari biasanya.

Karena itulah, penting juga bagi orang tua untuk bisa mengendalikan tingkat stressnya supaya tidak berdampak pada anak. Orang tua juga perlu memiliki waktu untuk beristirahat dan merilekskan pikiran supaya stress tidak bertumpuk.

Cara Ampuh Membuat Anak Berani Tidur Sendiri di Malam Hari


Anak-anak yang sudah cukup lama terbiasa tidur bersama orang tua, biasanya akan lebih sulit untuk dibiasakan tidur sendiri. Padahal kebiasaan tidur sendiri ini penting untuk kemandirian dan pertumbuhannya. Pada saat awal-awal pembiasaan, bisa jadi anak-anak akan lebih rewel karena takut ditinggal orang tuanya. Mereka pun jadi sulit untuk tertidur dan alhasil jam tidur mereka pun akan berkurang.

Apalagi jika pelatihan ini tidak disertai dengan kesabaran ekstra dari orang tua. Tidak hanya anak yang akan mengalami kesulitan tidur, tapi orang tua juga. Ada berbagai alasan yang menyebabkan anak-anak takut atau tidak mau tidur sendiri, dan orang tua harus berusaha mencari dan menyelesaikan masalah tersebut. Berikut adalah beberapa cara ampuh untuk membuat anak berani tidur sendiri di malam hari:

Teguhkan niat

Latihan tidur sendiri terkadang memakan waktu lama, apalagi jika anak takut atau rewel. Di saat-saat seperti ini, orang tua perlu mempunyai niat yang teguh agar tidak goyah. Tidak peduli seberapa kerasnya anak menolak, orang tua harus tetap ingat kalau kebiasaan ini baik untuk tumbuh kembang anak. Orang tua tidak boleh cepat luluh terkena bujuk rayu anak. Mulailah pelatihan secara perlahan dan jangan menyerah. Lama kelamaan orang tua akan bangga melihat hasilnya saat anak semakin hari jadi semakin berani untuk tidur sendiri.

Tetapkan waktu tidur

Ada kalanya saat anak terlalu asyik bermain di malam hari, mereka tidak mau untuk disuruh tidur. Jika orang tua tetap membiarkan anak bermain, ke depannya akan semakin sulit untuk mengatur waktu tidur anak. Tetapkan waktu tidur di jam yang sama setiap harinya. Perhatikan juga untuk menentukan waktu yang cukup, karena anak-anak masih butuh banyak tidur, minimal 10-13 jam atau lebih.

Beri peringatan kepada anak beberapa jam sebelum waktu tidur tiba. Ingatkan mereka untuk segera menyelesaikan aktivitas mereka karena harus bersiap untuk tidur. Dengan rutinitas seperti ini setiap hari, tanpa sadar anak akan mempersiapkan dirinya untuk beristirahat dengan baik. Sehingga bisa cepat tertidur walaupun tidak ada orang tua di sampingnya.

Buat rutinitas sebelum tidur

Cara lain untuk membiasakan anak bersiap sebelum tidur adalah dengan membuat beberapa rutinitas sebelum tidur. Penting juga untuk hanya melakukan rutinitas-rutinitas ini saat sebelum anak tidur, supaya mereka terbiasa. Beberapa rutinitas yang bisa dilakukan diantaranya membacakan dongeng cerita, menyikat gigi, minum susu hangat, atau bahkan melakukan perenggangan tubuh ringan di kasur. Jika rutinitas ini berhasil dilakukan selama beberapa waktu, anak akan secara otomatis berpikir “ah, ini saatnya tidur” saat melakukan aktivitas ini. Menghabiskan waktu bersama anak sebelum ditinggal juga bukan hal yang buruk. Anak jadi merasa aman dan nyaman sebelum tidur, sehingga kemungkinan besar tidak akan rewel lagi.

Berikan teman tidur

Untuk anak-anak yang rewel saat ditinggal tidur sendiri, biasanya mereka takut dan kesepian saat tidak ada orang tua. Orang tua bisa mengakalinya dengan memberikan “teman” sebagai pengganti orang tua untuk menemani anak. Teman ini bisa berupa mainan, boneka, atau selimut yang membuat anak merasa nyaman. Di awal-awal mungkin akan sulit, tapi sering berjalannya waktu, anak-anak akan merasa aman tidur bersama teman mereka dan tidak rewel lagi.

Tapi perlu diingat juga oleh orang tua, kalau kebiasaan ini tidak baik jika berlebihan. Jangan biarkan anak jadi ketergantungan dan tidak bisa lepas dari “temannya”. Ajari lagi mereka untuk benar-benar tidur sendirian saat usianya sudah semakin besar.

Jauhkan dari gadget

Beberapa anak mungkin menghabiskan beberapa waktunya sebelum tidur dengan bermain gadget. Hal ini tidak baik, karena sinar dari layar gadget bisa membuat anak sulit untuk tertidur. Beberapa jam sebelum waktu tidur tiba, usahakan anak-anak sudah menjauh dari gadget-gadget seperti televisi, handphone, laptop, dsb. Gantilah aktivitas dengan rutinitas sebelum tidur lain yang lebih bermanfaat seperti menyikat gigi atau membaca dongeng. Anak-anak biasanya akan meniru perbuatan orang tua. Dianjurkan juga bagi orang tua menjauh dari gadget untuk sementara waktu sampai anak tertidur.

Berdoa sebelum tidur

Berdoa sebelum melakukan aktivitas adalah kebiasaan yang baik dan bermanfaat, termasuk saat sebelum tidur. Orang tua bisa mengajak anak untuk berdoa bersama sebelum tidur dan menjadikannya rutinitas harian. Dengan berdoa bersama, suasana hati anak akan jadi lebih tenang dan mereka bisa merasa lebih aman walaupun ditinggal orang tua nantinya. Orang tua bisa juga membacakan arti dari doa sebelum tidur atau membuat kalimat doa sendiri supaya anak lebih mengerti.

Selain berdoa, jika anak masih belum mengantuk, orang tua bisa juga mulai mengobrol dengan anak. Tanyakan tentang harinya, mulai dari apa saja aktivitasnya hari itu dan ada hal menyenangkan apa saja yang terjadi hari itu. Untuk orang tua, cobalah untuk merespon dengan perkataan yang menenangkan dan jangan terlalu memancing semangat anak. Jangan sampai anak malah terpancing untuk bercerita lebih jauh dan malah tidak jadi mengantuk saking senangnya.

Perhatikan alasan anak sulit tidur sendiri

Jika anak masih juga sulit ditinggal tidur sendiri, orang tua patut waspada. Ada berbagai alasan yang bisa menyebabkan anak susah tidur dan akhirnya tidak mau tidur sendiri. Anak-anak juga bisa merasakan stress, dan bisa jadi stress ini yang menyebabkan mereka sulit tidur. Stress pada anak bisa disebabkan oleh rutinitas harian mereka seperti terlalu banyak aktivitas atau malah kurangnya aktivitas.

Atau bisa juga anak memiliki trauma tersendiri saat tidur sendiri. Seperti misalnya mereka mengalami mimpi buruk atau membayangkan monster-monster menakutkan setelah menonton film horor. Orang tua bisa menanyakan pada anak alasan mereka merasa takut. Jika penyebabnya adalah stress, orang tua bisa lebih memperhatikan lagi rutinitas anak sehari-harinya dan memperbaikinya supaya anak bisa lebih bahagia.

Jika penyebabnya adalah trauma, orang tua bisa mencoba melakukan rutinitas menyenangkan sebelum tidur seperti membaca dongeng bersama sambil meyakinkan anak kalau trauma mereka tidak nyata. Orang tua juga bisa memberikan “teman” tidur untuk menemani anak, bisa dalam bentuk boneka atau selimut.

Konsumsi makanan bergizi

Makanan yang dikonsumsi anak seharian hingga sebelum tidur bisa mempengaruhi kenyamanan tidurnya. Pastikan anak menghindari terlalu banyak mengkonsumsi kafein. Kafein tidak hanya terdapat pada kopi yang biasa dikonsumsi orang dewasa untuk mencegah kantuk, kafein juga ada pada teh dan cokelat. Terlalu banyak mengkonsumsi kafein bisa membuat anak sulit tidur di malam hari. Mengkonsumsi terlalu banyak gula dan makanan-makanan manis sebelum tidur juga tidak baik. 

Ganti makanan dan minuman tersebut dengan buah-buahan atau sayur-sayuran yang bergizi. Bisa juga dengan memberikan susu hangat kepada anak sebelum tidur. Susu hangat bisa menenangkan tubuh anak, dan juga dipercaya bisa membuat cepat tertidur.

Tips Cepat Melatih Anak Berjalan


Orang tua tentu merasa senang saat melihat anak-anaknya bertumbuh dengan baik. Salah satu tahapan tumbuh kembang anak yang penting adalah saat anak mulai belajar untuk berjalan. Awalnya anak akan belajar untuk duduk, merangkak, berdiri, dan akhirnya mulai melangkahkan kakinya. Orang tua sebaiknya terus mendampingi anak di setiap jenjang pertumbuhannya ini. Ada berbagai teknik yang bisa diterapkan orang tua untuk membantu melatih anak berjalan, baik secara tradisional maupun modern. Berikut adalah beberapa tips cepat melatih anak berjalan:

Gunakan alat bantu

Di jaman modern sekarang, sudah ada banyak jenis alat bantu yang sengaja diciptakan untuk membantu anak belajar berjalan. Orang tua bisa memilih di antara berbagai alat-alat tersebut yang sesuai dengan anak.Yang cukup terkenal adalah baby walker dan alat tuntunan bayi. Bagi beberapa orang tua mungkin alat bantu jalan ini tidak baik untuk digunakan karena bisa mempengaruhi pertumbuhan kaki dan keseimbangan anak.

Tapi alat-alat bantu ini tetaplah efektif dan bisa lebih cepat dalam membantu anak belajar berjalan. Apalagi untuk orang tua yang bekerja atau disibukkan dengan urusan lain dan tidak bisa selalu mendampingi anak, alat bantu jalan ini akan sangat efektif.Tapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memberikan alat bantu jalan kepada anak. Orang tua harus memastikan anak memiliki ruang gerak yang cukup di dalam rumah. Jangan lupa juga untuk menjauhkan benda-benda berbahaya dari jangkauan anak. Perhatikan juga tempat-tempat yang rendah atau yang memiliki pinggiran tajam.

Jika sudah diberi alat bantu jalan, anak akan sulit mengontrol ke mana mereka bergerak, sehingga orang tua perlu mengantisipasinya dengan mengamankan lingkungan sekitar. Saat lingkungan sudah aman, orang tua bisa bebas membiarkan anak berjalan-jalan di sekitar rumah untuk berlatih. Walaupun bisa ditinggal, tapi akan lebih baik jika orang tua tetap mendampingi dan memberi semangat supaya anak tetap terlindungi dan nyaman. Orang tua juga sebaiknya mengontrol pemakaian alat bantu jalan ini, usahakan hanya beberapa jam setiap harinya. Dampingi juga dengan teknik latihan berjalan lain untuk membantu tumbuh kembang anak.

Ajari anak duduk dengan baik

Tahapan pertama sebelum mulai berjalan dimulai dengan belajar cara duduk yang baik. Orang tua bisa melatih anak untuk duduk di lantai. Lalu letakkan mainan di depan anak, usahakan jaraknya tidak terlalu jauh. Ajari anak untuk bangkit sedikit dan meraihnya. Buat jaraknya semakin jauh dan anak pun akan mencoba untuk merangkak atau bahkan berdiri untuk maraihnya. Perhatikan bagaimana posisi lutut dan kaku anak dalam proses ini supaya postur kakinya terbentuk dengan baik. Latihan duduk juga bisa dilakukan dengan mendudukkan anak di bangku atau kursi kecil. Latihan ini dapat melatih anak bertumpu pada kaki sebagai penyangga.

Ajari anak jongkok dan berdiri

Jongkok dan berdiri adalah tahap selanjutnya sebelum anak mulai berjalan. Orang tua bisa mendampingi dan melatih anak supaya bisa bergerak dari duduk, jongkok, lalu berdiri dengan postur yang baik. Untuk awalan, orang tua bisa memegangi anak untuk jongkok lalu berdiri. Tapi selanjutnya, biarkan anak melakukan proses tersebut sendiri supaya mereka belajar untuk menjaga keseimbangan dan menopang berat tubuh mereka sendiri.

Orang tua juga bisa menstimulasi anak dengan memberikan beberapa permainan seperti mengambil dan meletakkan mainan di tempat yang tinggi. Bisa juga dengan meniupkan gelembung sabun yang akan memancing anak untuk menyentuhnya sambil berdiri. Perlu diingat untuk selalu mengawasi anak karena proses ini bisa berdampak fatal jika anak terjatuh atau terbentur benda berbahaya.

Latihan di berbagai jenis permukaan

Berbagai jenis permukaan yang berbeda menuntut penggunaan tenaga kaki yang berbeda-beda. Karena itulah, bukan hal yang buruk untuk membuat anak terbiasa sedari dini. Orang tua juga bisa melepas alas kaki anak untuk membiasakan telapak kaki mereka. Beberapa permukaan yang bisa dicoba adalah kayu, lantai keramik, rumput, dan karpet. Pastikan untuk selalu mendampingi anak dalam proses ini karena ada beberapa permukaan yang bisa berbahaya jika anak terjatuh. Orang tua juga harus memastikan tidak ada benda-benda berbahaya di sekitar tempat anak berlatih.

Buat tantangan-tantangan kecil

Orang tua bisa melatih anak berjalan secara bertahap dengan memberikan tantangan-tantangan kecil. Misalnya melatih anak duduk dengan meletakkan mainan yang jaraknya semakin bertambah di depannya, atau melatih anak untuk berdiri dan berjalan mengambil mainan yang dipegang oleh orang tua. Orang tua harus kreatif menciptakan berbagai tantangan menarik yang memaksa anak untuk bergerak. Selain bisa melatih kemampuan motorik anak, tantangan seperti ini juga bisa mendekatkan hubungan anak dan orang tua.

Pastikan untuk selalu mendampingi anak karena bisa saja anak terjatuh atau terpeleset. Tidak ada salahnya juga untuk memberikan reward kecil kepada anak, seperti snack, setelah berhasil menyelesaikan tantangannya.

Latihan naik tangga

Walaupun terdengar berbahaya, latihan menaiki tangga bisa dengan cepat melatih anak berjalan. Tidak masalah jika pada awalnya anak menaiki tangga secara perlahan dengan menggunakan tangan, kaki, dan lututnya ataupun dengan berpegangan pada pegangan tangga. Itu justru dapat melatih semua otot-otot tubuh mereka dengan baik. Anak juga jadi dapat belajar mengangkat tubuhnya dan memperkirakan kekuatan yang dibutuhkan untuk melakukan sesuatu.

Sebelum berlatih, orang tua harus memastikan tangga aman. Bisa juga dengan memberikan bantalan pada pinggiran tangga supaya tidak berbahaya jika anak terbentur. Orang tua juga sebaiknya tetap mendampingi di samping anak dan berjaga-jaga jika anak terjatuh. Jika tidak diawasi akan fatal akibatnya jika anak terjatuh atau terbentur tangga.

Biarkan anak menjelajah

Banyak orang tua yang merasa khawatir jika anak dibiarkan menjelajah lingkungan sekitarnya sendirian. Apalagi jika lingkup luangannya cukup luas dan ada banyak potensi bahaya. Padahal hal ini justru baik untuk tumbuh kembang anak. Selain melatih inisiatif dan kemampuan berpikirnya, menjelajah sendiri juga bisa melatih kemandirian dan kemampuan motorik anak.

Supaya tidak terlalu berbahaya, sebaiknya anak dibiarkan menjelajah di lingkungan yang sudah dikenal baik atau sering didatangi oleh orang tua dan anak, seperti misalnya taman di dekat rumah atau ruang bermain anak. Tempat-tempat seperti itu biasanya memang diperuntukkan untuk anak-anak, sehingga tidak banyak lokasi yang berbahaya. Orang tua tetap harus mengawasi dari jauh dan jangan biarkan anak berkeliaran terlalu jauh sampai lepas dari pandangan.

Dalam proses penjelajahannya, biarkan anak bergerak sesuka hatinya, entah itu dengan merangkak atau berjalan merambat. Anak bisa belajar untuk menyesuaikan diri dan menyelesaikan masalahnya sendiri.

Ajak teman anak

Mengumpulkan anak dengan teman-teman sebayanya lainnnya yang juga sedang belajar berjalan bisa menjadi ide yang bagus. Anak menjadi punya teman bermain dan berlatih baru. Anak juga bisa jadi termotivasi jika melihat temannya sudah bisa berjalan duluan dibanding mereka. Selagi anak-anak bermain, para orang tua juga bisa mengobrol dan saling berbagi cerita sambil tetap mengawasi anak.

Cara Mendidik dan Mengajari Anak Supaya Tidak Cengeng


Beberapa anak memang terkadang lebih sering menangis dibanding anak-anak lain. Penyebab mereka menangis pun beragam, mulai dari masalah sepele sehari-hari hingga masalah yang cukup besar. Saking seringnya anak merengek dan menangis, orang tua pun tidak jarang dibuat kesal karenanya. Dampaknya bisa berbahaya bagi anak dan orang tua jika masalah ini tidak ditangani dengan baik.

Pada anak bayi, menangis termasuk hal yang wajar karena mereka belum bisa berbicara untuk mengutarakan perasaan mereka. Untuk anak berusia balita pun masih termasuk wajar, karena walaupun sudah bisa bicara mereka kadang belum bisa menyusun kata-kata dengan baik dan akhirnya memilih menangis. Tetapi pada anak usia di atas lima tahun atau anak usia sekolah, terlalu sering menangis bisa merupakan pertanda ada sesuatu yang tidak beres. Orang tua pun patut curiga dan mencari tahu lebih dalam alasan anak sering menangis.

Jika sudah tahu penyebabnya, akan lebih mudah untuk mencari solusinya. Di bawah ini adalah beberapa cara yang bisa diterapkan dalam mendidik dan mengajari anak supaya tidak cengeng:

Harus tetap tenang

Saat dihadapkan dengan anak yang menangis dan rewel, kunci utamanya adalah orang tua harus tetap tenang. Ikut terbawa emosi dan menjadi marah tidak akan menyelesaikan masalah. Orang tua harus bisa menjaga emosinya tetap tenang dulu, baru bisa berusaha menenangkan anak dengan baik. Jika anak menangis keras dan tidak bisa diajak bicara, tunggu sampai mereka tenang. Setelah anak tenang, tanyakan secara perlahan alasannya menangis. Setelah itu cobalah selesaikan masalah anak atau berikan kata-kata penenang. Hindari membentak anak atau bahkan sampai memukul. Hal itu bisa berdampak buruk bagi psikologis anak karena anak bisa menjadi takut atau tidak percaya lagi kepada orang tua.

Berikan pelukan

Beberapa anak ada yang menangis karena minta keinginannya dipenuhi. Tapi ada juga beberapa anak yang menangis karena mereka kesal atau takut. Anak-anak seperti ini sebaiknya dipeluk saat mulai menangis. Orang tua sebaiknya memeluk mereka dengan erat sambil mengatakan kalimat-kalimat yang menenangkan. Pelukan ini dapat membuat anak merasa aman dan tenang. Anak juga bisa merasa kalau orang tua mereka akan selalu ada mendukung mereka.

Jangan manjakan anak

Jika biasanya anak melihat orang tua langsung menuruti permintaan mereka setelah mereka menangis, anak dapat menganggap menangis adalah cara terbaik dan terus-terusan menangis jika ingin sesuatu. Hal ini tidak akan berdampak baik bagi tumbuh kembang mental anak kedepannya. Orang tua perlu berhati-hati dalam mengatasi penyebab anak menangis. Walaupun langsung memberikan keinginannya bisa menghentikan tangisan anak, cara ini sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering.

Ajarkan anak untuk menggunakan kata-kata sebagai cara berkomunikasi dengan orang tua. Ajarkan mereka kalau ada cara yang lebih baik selain menangis. Untuk anak yang masih kesulitan berbicara, orang tua bisa memulai dengan menanyakan pertanyaan-pertanyaan singkat seperti, “Adek ngantuk ya?” atau “Adek mau pulang ya?”. Sehingga anak nantinya akan merespon dengan jawaban ya atau tidak.

Seiring berjalannya waktu, pertanyannya bisa dirubah menjadi lebih kompleks seperti, “Kenapa adek tadi nangis?” atau “Adek mau makan apa?”. Dengan pertanyaan begini anak akan belajar untuk menyusun kata-kata supaya bisa mengekspreksikan perasaan mereka.

Beri perhatian lebih

Anak-anak yang lebih sering menangis dibanding anak-anak lain seusianya butuh perhatian lebih dari orang tua. Orang tua perlu berusaha mengenal anak lebih baik. Kemungkinan lain adalah, orang tua terlalu sibuk sehingga anak merasa kurang diperhatikan. Jika kasusnya seperti ini, orang tua perlu menyesuaikan jadwal hariannya dan meluangkan lebih banyak waktu bermain bersama anak.

Setiap anak spesial, dan di setiap tindakan mereka memiliki alasannya masing-masing. Dengan mencari tahu masalah anak dan berusaha menyelesaikannya bersama, anak dapat merasa disayang dan tingkat kepercayaan dirinya bisa meningkat. Jika sudah begini anak akan merasa tidak perlu lagi menangis untuk menarik perhatian orang tua.  

Jangan mengancam anak

Jika anak sudah mulai menangis tidak terkendali, apalagi di tempat umum, orang tua biasanya akan mulai panik. Di saat panik kata-kata apapun bisa dikatakan, yang penting anak diam. Beberapa diantaranya adalah kalimat ancaman seperti, “kalau nggak berhenti nangis, nanti dibawa pergi setan lo”. Ditambah dengan cengkeraman erat di lengan anak atau tatapan wajah orang tua yang berubah menyeramkan.

Hal ini memang terkadang efektif menghentikan tangisan anak, tapi sangat tidak efektif mengatasi akar masalah penyebab anak menangis. Ini justru malah dapat membuat anak menjadi takut pada banyak hal. Untuk anak dengan tingkat imajinasi tinggi, dampaknya kemungkinan lebih parah lagi karena mereka bisa membayangkan dengan baik ancaman orang tua. Karena itulah sebaiknya teknik penyelesaian seperti ini dihindari oleh orang tua.

Jika anak tidak kunjung tenang, bawa mereka ke tempat sepi, lalu ajak anak bicara secara perlahan atau peluk mereka sampai tangisnya berhenti. Cara ini juga cukup efektif dan tidak membawa dampak buruk bagi anak.

 Ajari anak mengontrol emosi

Ada berbagai jenis emosi yang bisa dirasakan manusia, diantaranya adalah marah, kesal, senang, sedih, cemburu, takut, dll. Mengekspreksikan beragam emosi ini bisa jadi hal yang sulit dan rumit bagi anak-anak. Mereka masih kesulitan menyusun kata-kata, sehingga satu-satunya cara yang mereka tahu hanyalah menangis. Bahkan terkadang mereka tidak mengerti apa yang sedang mereka rasakan.

Orang tua harus bisa mendampingi anak dan membantu mereka mengkategorikan dan mengekspresikan emosi mereka dengan baik. Misalnya saat anak menangis melihat badut besar, orang tua bisa berkata “Adek kaget ya lihat badutnya besar? Adek takut?”.

Atau saat anak menangis saat mainannya patah atau rusak, orang tua bisa berkata, “Adek sedih ya mainannya nggak bisa dimainin lagi?”. Orang tua juga bisa menambahkan kalimat-kalimat penenang yang dapat meyakinkan anak kalau semuanya akan baik-baik saja.

Biasakan anak untuk tenang

Terkadang, anak-anak menangis karena mereka panik di saat dihadapkan dengan situasi yang belum pernah mereka hadapi sebelumnya. Karena tidak tahu harus apa, respon pertama mereka adalah menangis.

Orang tua bisa membiasakan anak untuk bersikap tenang di segala situasi. Bisa dengan mengisi aktivitas sehari-hari anak dengan aktivitas-aktivitas yang menenangkan seperti membaca buku, mewarnai, bermain puzzle, atau mendengarkan musik bertempo lambat. Bisa juga orang tua mengajak anak bermeditasi bersama. Jika dilakukan secara rutin, kebiasaan seperti ini bisa berdampak baik pada kecerdasan emosional anak.

Jangan dibiarkan

Bagi orang tua yang sudah terlalu lelah menghadapi tingkah anak yang terlalu sering menangis, mungkin membiarkan mereka dianggap sebagai cara yang terbaik. Anak nantinya akan berhenti menangis sendiri setelah mereka lelah. Tapi cara ini sangat tidak baik. Karena anak nantinya dapat menganggap tidak ada yang salah dengan menangis dan akan terus menerus menangis saat ingin mengutarakan sesuatu.

Atau lebih parahnya lagi, anak bisa mencari cara lain yang lebih ekstrim untuk menarik perhatian orang tua. Sehingga sebaiknya orang tua mengajak anak berbicara dan menanyakan alasan mereka menangis. Tunjukkan kepedulian dan selesaikan masalah anak bersama-sama, dengan begini anak akan merasa disayangi dan dihargai.

Tips Efektif Melatih Anak Belajar Berbicara


Berbicara merupakan salah satu tahap tumbuh kembang anak yang paling dinantikan oleh para orang tua. Karena saat sudah mulai berbicara, berarti anak akan belajar untuk berkomunikasi dan orang tua pun bisa belajar untuk mengenali karakter anak dengan lebih baik. Tetapi seperti tahap pertumbuhan lainnya, untuk bisa melatih anak berbicara butuh bantuan dan bimbingan dari orang tua. Diperlukan juga kesabaran ekstra saat anak belum bisa mengucapkan kata-kata dengan benar dan orang tua jadi tidak mengerti maksud anak.

Ada berbagai cara yang bisa diterapkan dalam mengajari anak berbicara. Di bawah ini adalah beberapa tips efektif dalam melatih anak belajar berbicara:

Respon anak dengan sabar

Seperti yang sudah disebutkan di atas, perlu kesabaran ekstra dalam mengajari anak berbicara. Apalagi saat anak belum bisa mengucapkan kata-kata dengan baik dan benar. Orang tua terkadang merasa frustrasi dan tidak sabar saat anak mulai berbicara tidak jelas. Saat seperti ini, orang tua harus bisa mengontrol emosinya dan menanggapi anak dengan baik. Dengarkan perkataan anak sampai selesai dengan baik. Walaupun tidak memahami perkataan mereka, usahakan orang tua tetap menatap mata mereka dan memasang ekspresi memperhatikan.

Setelah selesai cobalah tanyakan pertanyaan-pertanyaan singkat dengan jawaban ya atau tidak kepada anak. Jika masih belum bisa berkomunikasi juga, mungkin orang tua bisa mulai menebak perkataan anak dan menanyakannya kembali. Orang tua perlu bersabar karena biasanya anak akan rewel saat merasa orang tua tidak juga mengerti maksud mereka.

Banyak mengobrol dengan anak

Anak pasti akan banyak menghabiskan waktunya di rumah bersama orang tua. Sehingga lebih efektif jika orang tua lebih banyak mengajari anak berlatih berbicara. Orang tua bisa mulai dengan mengajak anak mengobrol. Topik yang diobrolkan bisa berbagai macam, tapi coba mulai dengan hal-hal yang anak sukai.

Misalnya membicarakan cerita kartun favoritnya atau meminta anak untuk bercerita tentang teman-temannya. Dengan begini anak akan terpancing untuk berbicara dan orang tua juga bisa menghabiskan waktu berkualitas bersama anak. Orang tua perlu bersabar jika terkadang anak bercerita dalam tempo lambat atau menggunakan perkataan yang tidak dimengerti. Orang tua juga bisa mengkoreksi di saat anak salah berbicara.

Beri anak pujian

Semua anak akan merasa senang setelah dipuji, apalagi oleh orang tua. Karena itulah orang tua tidak boleh lupa untuk selalu memuji anak setiap berhasil mengucapkan kata-kata yang sulit atau merangkai kalimat panjang. Beri anak perkataan-perkataan yang memberi semangat seperti, “Wah pintarnya”, atau “Adek keren sudah bisa cerita sendiri sekarang”. Orang tua juga bisa memberikan gesture-gesture seperti memeluk atau mengusap kepala anak.

Semua bentuk pujian ini dapat membuat anak merasa disayang dan akhirnya meningkatkan kepercayaan diri mereka. Anak yang percaya diri dapat lebih berani untuk mulai praktek berbicara, sehingga akhirnya kemampuan berbicara mereka akan meningkat. Bentuk pujian lain yang bisa diberikan orang tua adalah memberikan hadiah-hadiah kecil. Tidak perlu momen khusus, misalnya, orang tua bisa memberi anak cokelat setelah mereka berhasil menceritakan kembali cerita dari film kartun yang baru saja mereka tonton.

Bernyanyi bersama

Menyanyi adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk melatih otak anak mengenal berbagai kosa kata. Lagu-lagu anak dengan kata-kata yang mudah dan nada yang sederhana bisa membuat anak lebih mudah untuk mengingatnya. Orang tua bisa memilih lagu dengan lirik yang tidak terlalu panjang dan dengan kosa kata yang berulang. Cukup sisihkan sedikit waktu setiap hari untuk bernyanyi bersama, maka anak akan segera menghapal lagu tersebut.

Orang tua juga bisa memberikan contoh pengaplikasian kata-kata dalam lagu pada kalimat yang digunakan sehari-hari, sehingga anak bisa sekalian belajar dan mempraktekannya. Berlatih sambil bernyanyi dan menari juga bisa sekaligus melatih kemampuan motorik anak.

Bermain bersama

Jika orang tua mau berusaha mencari, ada banyak permainan yang bisa membantu anak menghapal berbagai kosa kata. Misalnya saja permainan kartu bergambar atau permainan papan lainnya. Orang tua bisa mendampingi anak dan memberi tahu kosa kata-kosa kata baru pada mereka. Akan lebih efektif lagi jika orang tua juga menunjukkan gambar atau menunjuk langsung kepada kosa kata yang dimaksud. Bermain bisa membuat anak merasa senang karena tidak terasa seperti belajar. Orang tua juga bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersama anak.

Membacakan cerita

Ada berbagai hal yang bisa menjadi sumber anak mengenal berbagai jenis kosa kata, seperti perkataan orang-orang di sekitarnya hingga dari acara di televisi yang mereka tonton. Orang tua harus selalu mengawasi dan memastikan anak tidak mendengar dan akhirnya menirukan perkataan-perkataan yang tidak baik.

Salah satu sumber terpercaya adalah dari buku cerita atau buku dongeng anak. Lebih baik lagi jika buku ceritanya memiliki ilustrasi gambar yang bisa membantu anak memahami jalan ceritanya. Orang tua bisa membacakan anak cerita dari buku setiap hari. Bisa juga ditambah dengan memberikan gambaran cerita melalui gerakan tubuh dan ekspresi wajah orang tua.

Supaya lebih seru, orang tua juga bisa memanfaatkan boneka sebagai media bercerita. Dengan menggerakan boneka seolah-olah mereka hidup dan berbicara, anak akan semakin tertarik dan kemungkinan besar menirukan perkataan boneka tersebut.

Betulkan pengucapan anak

Beberapa anak cukup kesulitan mengucapkan beberapa huruf dan kata, seperti misalnya takut menjadi atut, sepatu menjadi cepatu, atau air menjadi ail. Jika pengucapan ini tidak disebabkan karena kekurangan fisik, orang tua perlu membetulkannya sejak dini.

Jangan membiarkan anak salah mengucapkan kata hanya karena mereka terdengar imut saat mengucapkannya. Jika dibiarkan terlalu lama, kebiasaan bisa terbawa sampai dewasa.Orang tua juga perlu memperhatikan pelafalan ucapannya sehari-hari karena anak akan menirukannya. Ingatkan juga setiap anak salah bicara supaya mereka langsung membetulkannya. Lidah anak memang masih kecil dan terkadang perlu latihan untuk bisa mengucapkan kata-kata dengan benar. Karena itulah orang tua juga harus sabar dalam melatih dan membiasakan anak.

Ajari anak menceritakan perasaannya

Terkadang walaupun sudah cukup lancar berbicara, anak-anak masih kesulitan jika disuruh menyampaikan perasaan mereka. Sehingga orang tua pun susah untuk memahami apakah anak sedang sedih, marah, atau kecewa. Orang tua perlu melatih anak untuk lebih sering mencoba menceritakan perasaannya, karena untuk bisa menceritakan perasaan dengan baik butuh banyak kosa kata sulit. Orang tua juga tetap harus sabar dan memahami jika anak sedang berusaha untuk menyampaikan perasaannya walaupun tidak jelas.

Ajari juga jika anak masih belum bisa mengkategorikan perasaannya, misalnya saat anak tidak bisa mengatakan kalau dia lapar dan menangis, orang tua bisa mengatakan kalau mereka sedang merasa lapar karena belum makan dan jadi sedih karena tidak bisa minta makanan kepada orang tua.

Dengan pembiasaan seperti ini, anak bisa tumbuh menjadi anak yang terbuka dan memahami perasaannya sendiri. Anak juga jadi bisa lebih percaya kepada orang tua dan kedepannya akan lebih sering menceritakan perasaannya kepada orang tua.

Cara Mudah Mengajari Anak Membaca dan Menulis di Rumah


Membaca dan menulis adalah tahap lain dalam tumbuh kembang anak yang patut dinantikan oleh orang tua. Umumnya anak akan mulai belajar membaca saat mulai menempuh pendidikan non-formal seperti TK atau Paud. Selain mendapat pelajaran dari sekolah, orang tua juga memiliki peran penting dalam mengajari anak, karena anak banyak menghabiskan waktu di rumah. Bagi orang tua yang sibuk bekerja pasti agak sulit meluangkan waktu untuk mengajari si kecil.

Tapi orang tua perlu ingat bahwa tahapan ini penting untuk memastikan perkembangan anak. Berikut adalah beberapa cara mudah yang bisa diterapkan dalam mengajari anak membaca dan menulis:

Membaca tulisan di sekitar

Jika melihat sekitar, akan ada banyak tulisan yang bisa menjadi media belajar untuk anak, mulai dari label kemasan makanan, plang atau papan nama toko di pinggir jalan, hingga teks di kardus mainan anak. Orang tua bisa menunjukkan tulisan-tulisan tersebut dan mencontohkan cara membacanya kepada anak. Latihan ini bisa diterapkan dengan asumsi anak sudah mengenal huruf-huruf alfabet dan cara membacanya dari sekolah. Jika belum, maka sebaiknya orang tua mulai dengan mengenalkannya kepada anak terlebih dulu.

Orang tua juga bisa membeli tempelan-tempelan dinding yang bertuliskan huruf-huruf alfabet, nama-nama binatang, nama-nama bunga, dll yang bisa digunakan anak untuk berlatih membaca. Karpet bertuliskan huruf-huruf alfabet juga dijadikan pilihan. Jika orang tua membiasakan kebiasaan membaca tulisan di sekitar seperti ini, anak lama-lama juga akan terbiasa membaca setiap rangkaian huruf yang ditemuinya. Semakin banyak berlatih, dan anak akan semakin mahir.

Menggunakan buku

Buku merupakan media belajar yang paling efektif untuk pembelajaran membaca dan menulis. Buku cerita bisa digunakan untuk belajar membaca, dan buku latihan menulis juga banyak tersedia di toko buku. Orang tua berperan penting untuk menanamkan kebiasaan membaca pada anak. Bisa dimulai dengan membelikan anak hadiah buku atau mengajaknya meminjam buku di perpustakaan setiap kali dia mendapat nilai bagus atau berhasil menyelesaikan pekerjaan rumah dengan baik.

Jangan lupa juga untuk membiarkan anak memilih buku yang dia sukai. Dengan begini anak akan mengasosiasikan buku dengan pengalaman menyenangkan dan akhirnya sedikit demi sedikit menjadi hobi membaca. Sebaiknya pilih buku cerita yang tulisannya tidak terlalu banyak dan memiliki banyak ilustrasi gambar. Bisa juga memilih buku-buku interaktif yang memiliki halaman pop-up atau lipatan-lipatan yang bisa digeser-geser.

Supaya bisa membenarkan jika ada yang salah, orang tua sebaiknya mendampingi di saat anak belajar membaca dan menulis menggunakan buku. Untuk buku latihan menulis biasanya sudah diberikan dari sekolah, sehingga orang tua hanya perlu mendampingi di saat anak mengerjakan tugasnya berlatih menulis.

Belajar sambil bermain

Anak-anak biasanya cepat bosan jika diajak belajar secara formal. Jika sudah bosan, apapun yang diajarkan orang tua tidak akan masuk ke otak anak. Cara mengatasinya adalah, orang tua bisa membuatkan permainan kecil yang juga bisa melatih kemampuan membaca dan menulis anak. Jika bingung untuk membuatnya, di internet pun banyak yang memberikan contoh-contoh permainan yang bisa dimainkan bersama anak.

Salah satunya adalah permainan kartu. Setiap kartunya bisa berisi gambar dan tulisan yang harus dibaca oleh anak. Gambar dan tulisan bisa berupa gambar benda dan nama benda atau gambar binatang dan namanya yang singkat dan mudah dibaca oleh anak. Untuk kemampuan menulisnya, orang tua bisa memainkan permainan yang mengharuskan anak menulis di kertas atau di papan tulis.

Gunakan gadget

Banyak orang tua yang merasa ragu untuk mulai mengenalkan gadget kepada anak. Karena gadget memiliki dampak negatif yang bisa berbahaya jika anak menggunakannya secara berlebihan. Tapi orang tua bisa mengawasi penggunaan gadget pada anak sambil memanfaatkannya untuk belajar membaca dan menulis. Sekarang ini sudah banyak media yang disediakan internet untuk pembelajaran anak, mulai dari berbagai situs belajar, aplikasi belajar anak, video pembelajaran, hingga games. Ingatlah untuk selalu mengawasi saat anak belajar menggunakan gadget, dan tetap damping dengan teknik belajar yang lain.

Ajari anak dengan konsisten dan sabar

Belajar membaca dan menulis akan lebih mudah jika dilakukan secara konsisten setiap hari. Apalagi di tengah pandemi seperti ini di mana sekolah anak-anak libur. Sisihkan waktu yang sama setiap hari untuk menemani anak belajar. Tidak perlu lama, misalnya jam 9 – 10 pagi menemani anak mengerjakan buku latihan menulis, lalu sebelum tidur mengajak anak membaca buku cerita bersama.

Jika ditambah dengan orang tua yang membiasakan anak membaca tulisan-tulisan di sekitarnya, maka anak akan cepat mahir membaca dan menulis. Orang tua juga perlu menjaga kesabaran selama mengajari anak. Setiap anak memiliki kemampuan dan kecepatan belajarnya masing-masing.

Orang tua juga bisa menilai kemampuan belajar anak dan membuat rencana pembelajaran yang sesuai. Atau bisa juga orang tua mengkonsultasikan kepada gurunya di sekolah seputar metode belajar yang paling cocok untuk anak.

Karena itu orang tua sebaiknya tidak membanding-bandingkan kemampuan anak dengan kemampuan teman lain seumurannya, apa lagi sampai membentak dan memarahinya. Apabila anak susah mengerti atau tidak bisa-bisa juga mempraktekkan yang sudah diajarkan, sebaiknya ambil waktu sejenak untuk beristirahat karena anak mungkin lelah.

Tidak ada salahnya juga menyisipkan permainan-permainan kecil untuk membuat anak tidak tegang dan memberi kesan kalau belajar itu menyenangkan. Karena belajarnya di rumah, orang tua juga bisa menyiapkan cemilan-cemilan kecil sebagai selingan supaya anak tidak bosan.

Menulis surat

Menulis surat bisa menjadi cara menyenangkan untuk melatih anak belajar menulis. Orang tua bisa mengajak anak membuat surat untuk merayakan ulang tahun ataupun hari-hari spesial seperti hari Ayah dan hari Ibu. Penerima suratnya juga bisa beragam, mulai dari Kakek, Nenek, Orang tua, Kakak, Teman, Guru, atau bahkan tetangga. Biarkan anak menghias surat sesuka hatinya, perbolehkan juga mereka menggunakan gambar atau sticker kesukaan mereka. Anak-anak biasanya akan senang jika diajak membuat sesuatu seperti ini.

Sambil menulis surat, orang tua juga bisa memperhatikan tulisan anak dan memperbaikinya jika salah. Kegiatan ini juga bisa membantu orang tua menilai sejauh mana kemampuan menulis anak dan apa yang harus dilakukan untuk membantunya.

Perhatikan ejaan anak

Dalam belajar membaca, terkadang anak masih sering salah mengeja tiap huruf. Di sinilah peran orang tua untuk membenarkan anak.Ajari teknik membaca yang baik, jika anak masih kesulitan, orang tua bisa membantu anak mengeja pelan-pelan setiap huruf dan rangkaian kalimat yang harus dibacanya.

Orang tua perlu sabar jika anak agak lambat dalam belajar membaca. Tidak seperti kemampuan motorik seperti berjalan dan bicara yang bisa muncul secara alami, kemampuan membaca dan menulis butuh latihan yang tekun dan konsisten.

Tips Cepat Mengajari Anak Supaya Mahir Berhitung


Sampai sekarang, matematika masih dianggap sebagai mata pelajaran yang menyulitkan semasa sekolah. Walaupun matematika merupakan jenis ilmu yang mendasari berbagai jenis keilmuan lain, tetap saja memahami hubungan antar angka ini bukanlah hal yang mudah.

Dasar dari matematika adalah berhitung, yang sudah mulai dipelajari sejak dini. Bagi para orang tua mungkin sudah paham, anak-anak biasanya sudah mulai belajar berhitung sejak masuk sekolah taman kanak-kanak. Pelajaran yang diajarkan bertahap, mulai dari menghitung angka hingga berbagai operasi seperti penjumlahan dan pengurangan. Meskipun sudah belajar dari sekolah, anak-anak tetap membutuhkan pembelajaran tambahan di rumah dari orang tua. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang saat anak-anak sedang belajar di rumah. Berikut ini adalah tips cepat bagi orang tua untuk dapat mengajari anak supaya mahir berhitung:

Berikan suasana belajar yang nyaman

Anak-anak biasanya lebih suka bermain dan cepat bosan, apalagi jika disuruh belajar. Maka dari itu agak sulit untuk menjaga konsentrasi anak supaya tetap fokus belajar dalam jangka waktu lama.

Untuk mengatasinya, orang tua perlu memutar otak bagaimana caranya supaya anak bisa belajar dalam suasana yang nyaman dan menyenangkan. Orang tua bisa membuat permainan kecil yang bisa dimainkan sambil belajar, atau juga memanfaatkan mainan anak sebagai media belajar.

Selama belajar di rumah, orang tua juga bisa mengatur lingkungan sekitar tempat anak belajar supaya lebih nyaman, misalnya memberikan kursi dan meja yang nyaman. Bisa juga dengan menawarkan cemilan yang bisa dijadikan reward saat si kecil berhasil menyelesaikan soal.

Gunakan contoh visual

Dibandingkan menyuruh anak belajar dari buku matematika yang hanya dipenuhi angka, memberikan penjelasan dengan berbagai media secara langsung akan jauh lebih dimengerti oleh anak. Orang tua bisa memeragakan angka menggunakan tangan untuk membantu anak belajar penjumlahan atau pengurangan.

Orang tua juga bisa memanfaatkan media lain seperti kertas yang digunting-gunting dengan berbagai bentuk atau kartu bergambar. Atau bisa juga menggunakan benda yang digunakan anak sehari-hari seperti kue atau mainannya. Berbagai contoh visual seperti ini bisa membantu anak cepat memahami dan juga mengingat pelajaran.

Masukkan ke dalam cerita

Karena anak lebih banyak belajar di rumah, orang tua harus pintar-pintar mencari ide kreatif supaya anak-anak tertarik untuk belajar. Salah satu yang disukai anak adalah cerita atau dongeng. Anak-anak biasanya akan tertarik jika orang tua mulai membuka buku cerita atau menceritakan cerita yang menarik. Orang tua bisa memanfaatkan hal ini untuk sekalian mengajarkan anak berhitung.

Orang tua bisa mencari buku cerita yang mengandung angka-angka di dalamnya, atau bisa juga mengarang sendiri cerita. Usahakan masukkan juga berbagai bentuk operasi perhitungan, seperti penjumlahan dan pengurangan, di dalamnya.

Berikan pertanyaan kepada anak supaya mereka juga ikut berpikir, contohnya “Jadi berapa apel di tangan Ana sekarang?”, atau “Ayo bantu Edi berhitung sampai 20”. Dengan begitu anak akan tanpa sadar belajar berhitung sambil mendengarkan cerita yang menarik.

Ajari anak pengaplikasian berhitung

Terkadang jika ilmunya tidak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, anak akan jadi malas dan tidak tertarik untuk mempelajarinya. Karena itulah orang tua juga perlu menekankan bahwa kemampuan berhitung itu penting dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu tempat yang paling efektif dan memiliki banyak media untuk dijadikan pembelajaran adalah supermarket/minimarket. Orang tua bisa mengajak anak menghitung jumlah telur dalam satu boks, menghitung jumlah sisa barang di rak, atau jika sudah mahir orang tua bisa mengajarkan anak cara membayar.

Di rumah pun ada banyak barang-barang yang bisa dijadikan media belajar. Misalnya, kelereng yang dimiliki anak, buah jeruk di kulkas, atau jumlah bantal di kursi. Dengan membiasakan anak selalu berhitung seperti ini, anak bisa merasa bahwa berhitung adalah suatu aktivitas yang menyenangkan.

Manfaatkan gadget

Di jaman serba teknologi seperti sekarang, sudah ada banyak aplikasi atau website yang memudahkan anak untuk belajar. Orang tua bisa memanfaatkan berbagai sumber tersebut untuk membantu anak belajar berhitung. Contoh aplikasi yang bisa digunakan diantaranya adalah berbagai game atau permainan berhitung. Orang tua bisa men-download permainan tersebut di handphone atau laptop dan mengajarkan anak cara memainkannya.

Cara lain adalah dengan mencari video-video pembelajaran yang mengajarkan berbagai kemampuan matematika untuk anak. Orang tua bisa mencari melalui Youtube dan menonton video pembelajaran bersama anak. Ada berbagai jenis video pembelajaran di Youtube, misalnya video guru yang sedang menjelaskan ataupun berbagai video animasi kartun yang lucu dan menarik.

Tetap diingat untuk selalu mendampingi anak selama belajar melalui gadget ini. Batasi juga waktu belajar anak menggunakan gadget, karena jika terlalu lama dapat berdampak buruk pada postur tubuh dan kesehatan mata anak.

Pasang poster

Salah satu cara tradisional yang biasanya digunakan untuk mengenalkan anak dengan matematika adalah dengan memenuhi kamar anak dengan tempelan poster, bisa poster berhitung ataupun poster tabel penjumlahan, pengurangan, dan perkalian. Cara ini bisa membuat anak terbiasa melihat angka-angka dan bisa juga membantu anak mengahapal berbagai operasi matematika. Orang tua bisa memberikan kuis atau pertanyaan-pertanyaan singkat setiap hari untuk mengetes hapalannya.

Belajar secara rutin

Teknik belajar yang terbaik adalah belajar secara rutin dan konsisten. Cara yang paling efektif tentunya adalah dengan membuat jadwal belajar.Orang tua bisa memilihkan waktu yang tepat dan durasi belajar yang sesuai untuk anak. Selama belajar di rumah, orang tua juga bisa menyesuaikan jadwal belajar anak ini dengan jadwal bekerja orang tua. Ini diperlukan supaya orang tua selalu bisa mendampingi anak belajar.

Tentukan daftar rutinitas yang dilakukan selama belajar. Misalkan, pertama anak akan mempelajari buku latihan dari sekolah atau mengerjakan tugas, lalu selanjutnya orang tua memberikan kuis atau pertanyaan singkat, dan ditutup dengan orang tua membacakan cerita kepada anak. Jika anak terlihat kesulitan mempelajar suatu bagian tertentu, maka bagian tersebut harus dipelajari secara berulang setiap hari supaya anak terbiasa dan menjadi mahir. Karena itulah penting bagi orang tua untuk bisa memahami kemampuan dan gaya belajar anak.

Beri apresiasi

Setiap anak akan senang jika perkembangan kemampuannya diapresiasi oleh orang tua. Sebaliknya, mereka bisa kehilangan semangat jika merasa orang tua tidak menghargai usaha mereka. Orang tua bisa memberikan pujian saat anak berhasil menguasai kemampuan baru atau berhasil mengerjakan soal yang sulit. Selain pujian, orang tua bisa juga memberikan hadiah atau reward sebagai bentuk apresiasi, misalnya snack, buku cerita, atau mainan baru.

Tapi ingat untuk tidak berlebihan dalam memberikan hadiah. Khawatirnya anak menjadi tidak fokus belajar karena hanya ingin mendapatkan hadiah dari orang tua. Orang tua juga perlu untuk selalu memberikan motivasi kepada anak. Yakinkan mereka bahwa walaupun mereka kesulitan, tapi mereka sudah luar biasa karena mampu berusaha melakukan yang terbaik. Untuk anak-anak yang patah semangat karena merasa tertinggal dari teman-temannya, orang tua perlu memberikan motivasi bahwa mereka tidak bodoh dan pasti bisa kalau terus berusaha.

Cara Hamil Anak Laki Laki Menurut Dokter Boyke


Setiap orang tentu saja diciptakan oleh sang pencipta secara berpasangan. Adapun untuk menjalani hidup berpasangan itu sendiri dipersatukan lewat ikatan perkawinan.  Di mana setelah menikah seorang pasti ingin segera diberikan momongan atau anak.

Beberapa pasangan muda yang sudah menikah ada yang ingin mempunyai anak laki laki. Sedangkan pada pasangan lain ada pasangan yang mempunyai anak perempuan. Namun sayangnya di sini seringkali apa yang diharapkan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Di sini beberapa pasangan muda berkeinginan untuk mempunyai anak dengan jenis kelamin laki-laki. Namun tidak tahu bagaimana caranya.

Menurut dokter boyke yang tak lain adalah seorang dokter kandungan ini. Rupanya ada beberapa faktor penentu bagaimana pasangan muda itu bisa mempunyai anak dengan jenis kelamin laki-laki. Nah untuk menjawab rasa penasaran anda. Di bawah ini kami akan memberikan informasi yang berguna dan bermanfaat untuk anda sekalian tentang cara hamil anak laki-laki menurut dokter boyke. Penasaran? Yuk kita baca dan juga simak bersama sama penjelasan yang akan kami uraikan di bawah ini.

Posisi saat melakukan hubungan sex

Hubungan sex adalah syarat utama yang perlu untuk dilakukan saat  seorang pasangan muda berkeinginan untuk mempunyai anak. Nah menurut pendapat yang disampaikan oleh dokter boyke ini jika pasangan muda berkeinginan untuk mempunyai anak laki-laki ada hal yang perlu untuk diperhatikan pada saat melakukan hubungan sex. Adapun di sini pilihan posisi yang pas jika anda ingin mempunyai anak-anak laki-laki adalah doggy style. Karena dengan posisi yang demikian bisa membuat sel sperma akan keluar lebih dekat dengan sel teur. Dan dengan cara demikian jauh dari wilayah vagina yang cenderung memiliki sifat yang asam.

Usahakan wanita itu mengalami orgasme terlebih dulu

Hal penting lain yang perlu untuk diperhatikan ketika seorang pasutri ingin mempunyai anak laki-laki adalah orgasme. Usahakan ketika pasangan melakukan hubugan sex itu usahakan pihak wanita mengalami orgasme terlebih  dulu. Karena dengan wanita itu mengalami orgasme itu bisa membuat tingkat keasaman pada vagina itu menjadi menurun serta berubah menjadi sedikit lebih biasa.

Memperhatikan kontraksi

Selain memperhatikan mengatikan mengenai orgasme hal lain yang perlu untuk diperhatikan ketika pasutri menginginkan anak  laki-laki adalah perlu untuk memperhatikan pula mengenai kontraksi. Adapun dengan wanita itu mengalami kontraksi saat melakukan hubungan dengan pasangannya maka akan lebih mudah untuk membuat sel sperma itu bisa segera bergerak menuju ke arah leher rahim.

Perhatikan pula waktu ovulasi

Hal lain yang tidak kalah penting di sini ketika sepasang pasutri itu berkeinginan untuk mempunyai anak-anak laki adalah perlu untuk memperhatikan pula waktu untuk berovulasi. Adapun di sini ovulasi itu sendiri adalah masa pelepasan  sel telur yang berlangsung dalam satu bulan. Adapun d sini ovulusi itu biasa berlangsung 12 – 16  hari sebelum terjadinya menstrulasi.  Selain itu di sini ada pula yang berpendapat jika tidak boleh melakukan hubungan satu minggu sebelum mengalami ovulasi. Kemudian setelah ovulasi boleh melakukan hubungan 1 kali saja. Hal itu perlu diperhatikan supaya jumlah produksi sperma itu tetap bisa tinggi.

Banyak mengonsumsi vitamin c

Cara lain yang bisa dilakukan di sini adalah jika sepasang pasutri itu berkeinginan untuk mempunyai anak laki laki maka sangat baik untuk memperbanyak konsumsi yang mengandung vitamin c.

Perbanyak pula mengonsumsi vitamin d

Selama ini kita mengenal bahwa vitamin d sangat baik untuk tubuh kita. Terlebih di sini sangat baik untuk kesehatan tulang. Namun rupanya di sini vitamin d itu juga sangat baik untuk kesehatan tubuh lain terlebih di sini untuk proses  menjaga kesehatan sperma.

Banyak mengonsumsi buah pisang

Pisang adalah salah satu jenis buah yang banyak di sukai oleh semua orang. Rasanya yang manis dan juga tekstur dagingnya yang lembut membuat banyak orang yag menyukai buah ini. Buah pisang ini rupanya tak hanya disukai oleh banyak orang karena tekstur buahnya yang lembut dan rasanya yang manis. Namun rupanya ada hal yang membuat  seseorang itu mau untuk mengonsumsi buah pisang. Di mana menurut penelitian buah pisang ini bisa berguna dan bemanfaat untuk membantu dalam melakukan pembuatan anak dengan jenis kelamin laki-laki. Untuk anda yang berkeinginan untuk mempunyai anak laki-laki cobaah memperbanyak mengonsumsi buah  pisang.

Memperbanyak untuk mengonsumsi seafood

Setiap orang tentu  banyak yang suka atau gemar mengonsumsi seafood. Ada beberapa alasan yang membuat seseorang itu menyukai mengonsumsi seafood. Ada orang yang suka mengonsumsi seafood karena rasanya yang enak. Adapula orang yang suka mengonsumsi seafood karena mengandung gizi tertentu yang baik untuk kesehatan. Dan ada lagi alasan yang membuat orang gemar mengonsumsi seafood. Nah rupanya seafood itu sendiri tidak hanya mengandung kandungan gizi tertentu saja. Namun di sini dengan mengonsumsi seafood juga berguna untuk membantu jika sepasang pasutri itu berkeinginan untuk mempunyai anak dengan jenis kelamin laki laki.

Ikan asin

Beberapa orang yang suka mengonsumsi makanan ikan asin. Dengan alasan rasanya yang enak dan memberikan cita rasa tersendiri. Rupanya dalam menikmati ikan asin itu tidak hanya sekedar menikmati rasanya saja. Namun rupanya di sini bisa juga di rasakan manfaat yang lain. Salah satunya adalah kandungan yang terdapat ikan asin itu bisa membantu para pasutri muda yang ingin mempunyai anak laki laki.

Mengonsumsi daging

Yakin Daging Merah Buruk untuk Kesehatan? Ini Faktanya

Setiap orang atau sebagian besar orang tentu saja menyukai mengonsumsi daging. Karena ya kita tahu bahwa  daging itu bisa dibilang dengan jenis makanan yang mahal. Tak hanya terkenal sebagai daging yang mempunyai rasa unik saja. Namun di sini kandungan yang ada di dalam daging itu terdapat kandungan gizi yang baik untuk membantu para pasutri muda yang ingin mempunyai anak laki laki.

Memperbanyak makan sereal

Sereal adalah jenis makanan yang banyak disukai oleh anak anak. Rasanya yang unik dan manis serta mempunyai kandungan gizi yang baik membuat anak-anak suka. Namun rupanya di sini kandungan sereal itu tidak hanya baik untuk kalangan anak anak saja. Adapun kandungan yang terdapat di dalam sereal itu juga baik dikonsumsi oleh kalangan orang dewasa. Terlebih juga di sini bagi  para  pasutri muda yang ingin mempunyai anak laki laki.

Nah itulah tadi beberapa tips yang bisa kami bagikan untuk anda sekalian mengenai cara hamil anak laki laki menurut dokter boyke. Semoga informasi yang sudah kami bagikan tadi bisa berguna dan bermanfaat untuk anda sekalian mengenai caraa hamil anak laki laki menurut dokter boyke. Khususnya di sini untuk anda semua para pasutri muda yang mempunyai impian memiliki anak laki laki.

cara mendidik anak yang keras kepala


Setiap keluarga tentu saja kita tahu bahwa mempunyai keinginan untuk bisa mempunyai anak. Dan tentunya di sini ketika mempunyai anak orang tua tentu saja berkeinginan untuk bisa mempunyai anak yang baik dan bisa membanggakan keluarganya. Namun rupanya dalam membesarkan dan juga mendidik anak itu kita tahu tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Di mana kita tahu ada orang  tua yang dengan mudah mendidik anaknya untuk menjadi pribadi yang baik. Tapi rupanya sebagian lagi ada juga orang tua yang mengaku kesulitan dalam membesarkan dan juga mendidik anaknya. Hal itu ditandai dengan sikap anak yang cenderung keras kepala ketika orang tua sedang berusaha mendidiknya menjadi pribadi yang baik. Mengalami hal yang semacam ini tentu saja memberikan kesulitan dan tantangan tersendiri untuk para orang tua.

Nah untuk menjawab permasalahan dan kegelisahan yang di alami oleh beberapa orang tua dalam mendidik anaknya. Di bawah ini kami akan memberikan informasi dan juga tips yang berguna untuk anda semua tentang bagaimana cara mendidik anak yang keras kepala. Penasaan kan? Yuk kita baca dan juga simak bersama sama penjelasan yang akan  kami tulis dan sampaikan seperti yang ada di bawah ini mengenai bagaimana cara mendidik anak yang keras kepala supaya bisa menjadi baik.

Berusaha untuk mendengarkan

Cara pertama yang bisa dilakukan untuk bisa mendidik anak agar tidak menjadi pribadi yang keras kepala adalah berusaha untuk mendengarkan apa yang dia mau. Setiap orang tentu saja di sini merasa senang ketika didengarkan  oleh orang lain. Begitu pula di sini dengan anak anak. Mungkin saja di sini anak itu menjadi keras kepala karena ingin didengarkan. Maka dari itu orang tua perlu untuk menyediakan diri hadir dan mendengarkan apa yang menjadi kemauan anak.

Berusahalah untuk tidak memaksa

Cara kedua yang bisa dilakukan oleh orang tua agar anak tidak menjadi pribadi yang keras kepala adalah berusahalah tidak memaksa. Karena di sini sebagian besar orang tua itu  cenderung memaksa anak untuk bisa menjadi pribadi yang baik. Tapi di satu sisi di pihak anak itu merasa belum siap. Akibatnya si anak itu menjadi memberontak orang tua dengan cara menjadi pribadi yang keras kepala dan juga susah untuk diatur.

Cari tahu apa yang menjadi penyebab anak susah diatur

Sebagian besar sesuatu itu terjadi pasti ada penyebabnya. Begitu pula di sini dengan anak yang menjadi susah untuk diatur. Pastilah di sini ada salah satu penyebab yang membuat anak itu menjadi susah diatur. Maka dari itu di sini penting bagi para orang tua untuk bisa mencari tahu lebih dalam lagi apa yang menjadi penyebab dari anak itu menjadi keras kepala.

Memberikan perhatian

Salah satu jenis penyebab  lain yang membuat anak itu menjadi pribadi yang keras kepala adalah anak itu berusaha untuk mencari perhatian pada orang tua tapi dengan anak menyalurkan dengan cara yang salah. Maka dari itu anak melakukan tidakan yang keras kepala. Nah untuk itu cara lain yang bisa diperbuat oleh para orang tua untuk menangani sikap dan perbuat anak yang keras kepala adalah barusahalah untuk memberikan perhatian pada anak. Mungkin saja dengan anda memberikan perhatian pada anak, anak akan sadar dan mulai memperbaiki tindakan dan perbuatannya yang keras kepala.

Berusahalah menghadapi anak dengan tenang

Sebagian besar orang tua ketika mengetahui anak mereka itu berlaku keras kepala cenderung membuat orang tua marah. Akibatnya di sini anak menjadi tertantang untuk melakukan tindakan yang keras kepala. Maka dari itu di sini bagi para orang tua yang mempunyai anak keras kepala berusahalah untuk menghadapinya dengan tenang. Karena dengan anda menghadapi dengan tenang pada anak yang keras kepala. Mungkin saja dengan anda memberikan perhatian pada anak, anak akan sadar dan mulai memperbaiki tindakan dan perbuatannya yang keras kepala. Kemudian perlahan menjadi pribadi yang baik.

Memberikan  pilihan pada anak

Cara lain yang bisa dilakukan oleh para orang tua ketika menghadapi anak mereka yang keras kepala  adalah dengan memberikan pilihan pada mereka. Dengan cara demikian anda memberikan pilihan pada anak, anak bisa memilih apa yang menurutnya baik.

Menemani anak

Tindakan lain yang bisa dilakukan oleh para orang tua ketika menghadapi anak yang mereka yang keras kepala adalah menemani anak. Dengan cara yang demikian anak akan merasa diperhatikan oleh orang tuanya sehingga ia mulai sedikit demi sedikit berubah untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Menghargai anak

Setiap orang tentu saja akan merasa senang ketika ia dihargai oleh orang lain. Begitu pula di sini dengan anak. Bisa saja di sini salah satu sebab mengapa anak menjadi pribadi yang keras kepala. Maka dari itu perlu di sini untuk para orang tua agar memberikan penghargaan  pada anak. Dengan anda menghargai anak ia akan merasa senang. Kemudian ia akan termotivasi untuk bisa menjadi lebih baik lagi.

Menciptakan suasana rumah yang damai

Sebab lain yang membuat anak itu menjadi pribadi yang keras kepala adalah suasana rumah yang cenderung kurang akrab. Maka anak pun menjadi sulit untuk menerima sehingga ia membuat suatu perlawanan yang menjadikan ia pribadi yang keras kepala. Maka dari itu di sini jika para orang tua mempunyai anak yang keras kepala berusahalah anda untuk menciptakan suasana rumah yang damai. Dengan cara yang demikian membuat anak menjadi tenang dan kemudian membuat ia menjadi termotivasi untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Memberikan contoh yang baik

pada masa anak-anak adalah masa di mana mereka belajar banyak hal termasuk juga di sini belajar dalam hal bertindak dan berlaku yang baik. Maka dari itu di sini sangatlah penting untuk para orang tua yang tak hanya menyuruh anaknya dalam melakukan perbuatan dan tindakan baik saja. Namun penting juga di sini untuk para orang tua agar bisa memberikan contoh dan teladan dalam perbuatan dan juga tindakan yang nyata. Maka dari ketika anak kita melihat apa yang kita lakukan secara otomatis dia juga akan belajar dan merekam apa yang ia pelajari.

Nah itulah tadi beberapa informasi dan juga tips yang bisa kami bagikan untuk anda sekalian mengenai cara menghadapi dan juga mendidik anak yang keras kepala. Semoga informasi yang sudah kami bagikan dan uraikan tadi bisa berguna dan juga bermanfaat untuk anda sekalian terlebih di sini untuk para orang tua yang kesulitan dalam menghadapi dan menangani  anak yang keras kepala.

DON'T MISS

Facebook, Instagram, Tiktok, Youtube
© all rights reserved
i want my journey to be full of laughter